Fraksi Golkar Minta Disperindag Pantau  Harga Bapok

Rustam Ode Nuru

LABUHA-Dampak dari penyebaran dan penularan Covid-19 tentunya ikut mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat, terutama harga Bahan Pokok (Bapok) yang sewaktu-waktu bisa mengalami lonjakan. Kondisi ini lantas menjadi perhatian serius DPRD kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Ketua fraksi Golkar, Rustam Ode Nuru pada Rabu (25/3) secara tegas meminta Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) agar selalu memantau harga Bapok. Menurutnya, kenaikan harga Bapok juga ikut membuat panik masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. "Apalagi sebentar lagi mau masuk bulan puasa.

Khawatirnya,  laju inflasi tidak bisa ditekan lantas berujung pada kenaikan harga Bapok,"akunya. Lanjut dia, ancaman Covid-19 jelas berdampak sistematis terhadap harga Bapok sehingga Pemda wajib mengambil langkah taktis untuk mengantisipasi kenaikan harga.
Menanggapi ini, Kadis Perindag,  Muhammad Nur, mengaku kalau pihaknya telah melakukan identifikasi  stok sembako di Halsel. Hasilnya, masih normal. Untuk stok gula, baru saja masuk ke Halsel sebanyak dua ton. Hanya saja, harga jual gula selama beberapa hari belakangan mengalami kenaikan. Dari harga jual per kilogram yang biasanya Rp 17 ribu naik menjadi Rp 19 ribu hingga Rp 20 ribu. Sedangkan harga telur masih stabil. Begitu juga dengan harga Bapok lainnya. "Jadi hanya gula pasir yang melambung tinggi,"tandasnya.(sam/aji)