Pendaki Dukono Hilang Ditemukan Lemas

KETEMU: Pendaki yang hilang (kaos putih) saat ditemukan tim SAR gabungan. (BASARNAS FOR MALUTPOST.ID)

Tobelo, malutpost.id – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan satu pendaki Gunung Api Dukono, Halmahera Utara, yang dilaporkan hilang sejak Minggu (12/4). Pencarian dilakukan Senin (13/4) dan Haikal A Muloko (17), pendaki yang hilang tersebut ditemukan di kawasan Gunung Dukono Desa Mamuya, Kecamatan Galela dalam kondisi lemas.

Haikal dan rekan-rekannya mendaki Gunung Dukono sejak Sabtu (11/4) lalu. Ia mendaki bersama belasan orang rekan lainnya.

Kepala Basarnas Ternate Muhamad Arafah yang dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut. Menurut Arafah, melalui Basarnas Pos Tobelo pihaknya mendapat informasi soal orang hilang Senin sekira pukul 6.20 WIT. "Jadi awalnya sejak Sabtu itu sebanyak 16 orang pemuda asal Desa Gosoma naik ke puncak Dukono. Kemudian, keesokan harinya sekitar pukul 10.30 WIT turun menuju ke puncak Karianga. Padahal dalam perjalanan ada satu rekan mereka tidak ada," ungkap Arafah.

Sehingga, kata Arafah, rombongan pemuda itu kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Basarnas Pos Tobelo. Bahkan langsung merespon cepat dan kemudian berkoordinasi dengan Polres Halut, Sat Brimob Tobelo dan keluarga korban.

Selanjutnya dilakukan pencarian secara bersama oleh tim gabungan, dimana disebutkan Arafah 4 personil Basarnas Pos SAR Tobelo, 1 personil Polres Halut, 3 anggota Brimob Tobelo dibantu keluarga korban dan masyarakat Desa Mamuya dan Desa Ruko.

Untuk pencarian itu, tim SAR gabungan mulai menyisir gunung sekira pukul 06.50 Wit dengan menggunakan peralatan SAR seperti 1 set peralatan mountenering, 2 HT dan peralatan lainnya. "Penyisiran kemudian dimulai dari Desa Ruko menuju ke lokasi, pencarian yang dilakukan selama dua jam lebih akhirnya membuahkan hasil," kata Arafah.

Haikal, menurut Arafah, ditemukan sekira pukul 9.30 Wit oleh Tim SAR Gabungan pada 8.93 Km dari lokasi dalam kondisi selamat. Namun ia dalam kondisi lemas. Untuk itu, tim memberikan minum dan melakukan evakuasi ke Desa Ruko untuk diserahkan ke pihak keluarga. "Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing," kata Arafah.(cr-04)