Bocah SMP Dikeroyok Pria Beristri, Dua Pelaku Diduga Dilepas Polisi

Korban pengroyokan saat menjalani perawatan di RS Labuha setelah dianiaya 5 pria dewasa, Rabu (4/11/2020). (istimewa)

Ternate, malutpost.id -- Seorang bocah 14 tahun bernama Fardianto Rurum, warga Desa Desa Bobo Mandioli Utara, Halmahera Selatan diduga dikeroyok oleh lima pria dewasa hingga tak sadarkan diri. Kabar penganiayan ini disampaikan oleh kakak korban, Dasrum Rurun. Sayangnya, anggota Polres Halsel diduga melepas dua pelaku pengroyokan yang sempat dibawa ke Polres Halsel, pada Rabu (4/11/2020). Sementara tiga pelaku lainnya sudah melarikan diri.

Informasi yang dihimpun malutpost.id, peristiwa pengroyokan itu terjadi di pelabuhan Fery Desa Bobo. Awalnya, korban hendak mengambil kiriman barang di Fery.

Di lokasi pelabuhan korban bertemu beberapa teman sebayanya. Entah bagaimana, mereka justru terlibat cekcok. Kelima pelaku yakni Kafi (33) dkk mendatangi keributan tersebut. Bukannya melerai, para pria beristri ini justru bersama-sama mengeroyok siswa kelas III SMP itu hingga tak sadarkan diri di lokasi kejadian.

“Beruntung ada ibu-ibu dilokasi tetapi mereka kalah kuat dengan laki-laki yang keroyok adik saya itu, adik saya lalu diamankan setelah mereka keroyok,” kata Dasrum kepada malutpos.id, Kamis (5/11/2020).

Korban lanjut Dasrum, langsung dilarikan ke RS Labuha menggunakan loangboat. Polisi juga sudah melakukan visum terhadap korban. Tak lama setelah kejadian, polisi menjemput kedua pelaku yakni Kafi dan salah satu temannya di pelabuhan Kupal, Kecamatan Bacan pada hari itu juga. “Dua pelaku ini dijemput dengan dua mobil polisi ke Polres dan dimintai keterangan tetapi tiba-tiba polisi melepas mereka, entah karena ada hubungan keluarga atau bagaimana, yang pasti ibu korban mengiginkan kasus ini tetap diproses,” katanya.

Menurut Dasrun, alasan polisi melepas kedua pelaku lantaran belum ada laporan pengaiayan membuat keluarga korban heran. Sebab, kata Dasrun, polisi tak mungkin menjemput pelaku di pelabuhan jika tak ada laporan sebelumnya. ”Kita hanya minta adanya keadilan, karena ini anak yang dikeroyok oleh orang dewasa hingga tak sadarkan diri,” pinta Dasrun. Kabarnya, beberapa pelaku merupakan warga Desa Pelita, tetangga desa korban serta Susupu Halbar yang tinggal sementara di Pelita. (ikh)

 

-

Peliput : Tim

Editor  : Ikram