Wartawan KPK Berulah di Halteng

KADES RESAH: Surat tugas yang dibawa Sadik Hamisi untuk menginvestigasi Dana Desa (DD) di Kecamatan Weda Tengah.

WEDA – Sejumlah kepala desa (kades) di Kecamatan Weda Tengah resah dengan hadirnya oknum yang mengaku wartawan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya, oknum yang diketahui bernama Sadik Hamisi ini modusnya mendatangi kepala desa untuk menginvestigasi pelaksanaan Dana Desa (DD). Selain wartawan KPK, Sadik juga mengaku dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Investigasi Tindak Pidana Korupsi.

       Salah satu yang didatangi adalah, Kades Kulojaya L Tatawalat. Kedatangannya itu untuk menginvestigasi DD dan Alokasi Dana Desa (ADD). Tak hanya itu, dari modusnya ini dia bahkan melaporkan DD Kulojaya Tahap III tahun 2019 ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Weda. Sementara Kades Kulojaya yang dikonfirmasi mengatakan, Sadik Hamisi yang mengatasnamakan LSM  Lembaga Investigasi Tindak Pidana Korupsi ini bersama beberapa rekannya mendatangi rumah saya membawa surat tugas untuk menginvestigasi DD dan ADD."Kalau LSM harus terdaftar di Kesbangpol, dan berkoordinasi dengan Kejaksaan dan Polres apalagi melakukan investigasi dana desa yang merupakan ranah lembaga penegak hukum. Harus lapor dulu ke Kesbangpol,  kejaksaan dan polres baru turun melakukan investigasi,"terang Kades.

       Lanjutnya, oknum tersebut membuat laporan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa tahap II dan III tahun 2019 ke Kejari Weda. Sementara DD dan ADD tahap III belum cair."Dia buat laporan yang dananya belum cair. Sehingga laporan itu fiktif,"ucapnya. Sementara Kasi Intel Kejari Weda Lulu Marluki dikonfirmasi membenarkan laporan tersebut. Hanya saja, penyidik belum menindaklanjuti karena laporan itu tidak disertai dengan data."Pelapor atas nama Sadik Hamisi membuat laporan  DD dan ADD tahap I,  II dan III tahun 2019. Tetapi kita belum tindaklanjuti. Sebab DD tahap I dan II yang dilaporkan itu tidak disertai dengan data. Yang ada  hanya dokumentasi pekerjaan fisiknya. Kemudian DD tahap III juga dilaporkan padahal belum dicairkan,"ujarnya. (mpf/met)