Asrama Pesantren Terindikasi Korupsi

BERMASALAH: Kondisi proyek pembangunan asrama pesantren yang dibangun Tahun 2016 dengan anggaran Rp 1,6 miliar hingga kini baru dibangun fondasinya.

WEDA – Proyek pembangunan asrama pesantren di Desa Wedana Kecamatan Weda Halmahera Tengah (Halteng) terindikasi korupsi. Ini karena proyek yang dianggarkan Rp 1,6 miliar melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2016 itu pekerjaannya tidak dituntaskan.”Kasus ini sudah ditangani Pidsus Kejari, dan setelah diperdalam penyelidikannya ternyata sudah ada indikasi korupsi,”kata Kasi Intel Kejari Lulu Marluki, Rabu (12/2).

      Lulu mengatakan kasus ini pihaknya sudah memeriksa kurang lebih 4 orang. Masing-masing satu orang Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), satu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan dua orang dari Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Halmahera Tengah. "Kita sudah periksa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP),"ucapnya.

     Pemeriksaan ini masih sebatas pengumpulan data dan bahan keterangan. "Karena masih pengumpulan data dan bahan keterangan sehingga jangan dulu terlalu rinci. Nanti sudah terbukti baru kita sampaikan lebih rinci,"pungkasnya, sembari mengatakan proyek yang melekat di Bagian Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Setdakab Halteng ini baru dibangun fondasinya. (mpf/met)