Kecewa, Massa Boikot Jalan

AKSI: Massa aksi saat memalang jalan, menahan karyawan dan mobil logistik yang hendak ke perusahaan.

WEDA – Warga lingkar tambang yang dikoordinir LSM Gele Gele memalang jalan di perempatan kilometer 3 Desa Fidi Jaya Kecamatan Weda, Kamis (12/3). Aksi ini  dilakukan karena warga kecewa dengan managemen PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) yang tidak menemui massa aksi saat unjuk rasa di lokasi perusahaan Desa Lelilef Kecamatan Weda Tengah.

    Aksi ini membuat ratusan karyawan dan beberapa mobil logistik milik PT. Tekindo dan sejumlah mobil milik PT IWIP sempat terhenti sekitar 1 jam karena ditahan massa aksi. Beruntung puluhan personel Polres dibantu TNI yang berada di lokasi menghentikan aksi tersebut. Meski begitu, suasana sempat tegang karena terjadi chaos. Ketua LSM Gele Gele Husen Ismail menegaskan aksi pemalangan jalan ini terpaksa dilakukan karena managemen PT IWIP tidak mau menemui massa aksi."Soal palang jalan ini kami sampaikan bahwa saat aksi di PT IWIP kami  tidak diberikan kesempatan bertemu dengan managemen. Maka terpaksa kami balik ke Weda dan palang jalan sampai tuntutan kami dipenuhi,"tandasnya.

    Adapun tuntutan massa aksi, yakni mendesak PT IWIP memperjelas kepemilikan lahan KAURAHE sehingga diketahui siapa sebenarnya yang berhak atas lahan tersebut, mendesak PT IWIP dalam pengukuran lahan harus melibatkan pemilik lahan yang sah sehingga saat pembayaran benar-benar diterima pemilik lahan. Meminta PT IWIP  dan Pemerintah Daerah Halteng segera menyiapkan lahan baru bagi masyarakat yang lahannya digusur. Selain itu meminta perusahaan memperhatikan kesejahteraan karyawan, seperti membayar pesangon bagi karyawan yang telah bekerja dan mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia, serta meminta PT IWIP segera menyediakan tranportasi laut maupun darat kepada pekerja tambang.”Jika dalam 1 x 24 jam pihak perusahaan tidak mengindahkan tuntutan kami, maka kami bersama perangkat adat akan menutup semua aktivitas perusahaan di areal kontrak karya PT IWIP,”tegasnya.

    Sementara managemen PT. IWIP yang dikonfirmasi mengatakan soal lahan tersebut sudah dibebaskan perusahaan sesuai prosedur hukum yang berlaku di Indonesia."Apabila ada pihak yang keberatan silahkan diproses melalui jalur hukum,”ucapnya singkat. (mpf/met)