Mantan Kabag Ekonomi dan Kontraktor Tersangka

Yasser Samahati. (Foto: Fahrudin/malutpost.id)

Weda, malutpost.id - Kasus dugaan penyimpangan pembangunan asrama pesantren minta tumbal. Setidaknya, ada dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. 
 
Masing-masing Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang juga mantan Kabag Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Halmahera Tengah, berinisial TW dan kontraktor berinisial AY alias Alfha. 
 
"Saya sudah lupa tanggal berapa kita tetapkan kedua tersangka. Yang pasti keduanya kita tetapkan sebagai tersangka minggu kemarin," terang Plt Kasi Pidsus Yasser Samahati, kepada malutpost.id, Selasa (14/7/2020). 
 
Ia menjelaskan, dalam pekerjaan proyek itu terdapat kekurangan volume dan nilai kontrak. "Ada kekurangan volume tetapi saya tidak bisa menyebutkan di bagian mana yang kurang itu," jelas Yasser. 
 
Lanjutnya, mulai dari penyelidikan sampai penyidikan kurang lebih 15 orang saksi yang diperiksa termasuk di dalamnya kedua tersangka. 
 
Mereka yang diperiksa adalah Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Pejabat penerima hasil pekerjaan (PPHP) dan Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Halmahera Tengah dan mantan Bendahara Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah. "Kurang lebih 15 orang kita periksa sejak pemeriksaan sampai penetapan tersangka,"ungkap Yasser. 
 
Proyek pembangunan asrama pesantren ini dianggarkan pada Anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) tahun 2016 sebesar Rp1,6 Miliar. Namun, sampai sekarang pekerjaan proyek itu tidak selesai. Di mana proses pembangunannya baru sampai tahap konstruksi dasar (fondasi).  Kerugian negara dalam proyek ini kurang lebih sebesar Rp200 juta lebih itu. (mpf)
 
 
 
-
Peliput : Tim
Editor   : Fahrudin Udi