Festival Mtu Mya Sukses Digelar


PERTUNJUKAN: Perahu kora-kora saat melakukan pertunjukan pada acara festival Mtu Mya di Kecamatan Weda Timur, Senin (22/2).

WEDA – Festival Mtu Mya di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) sukses digelar, Senin (22/2).

Kegiatan yang dipusatkan di Pantai Barahima ini dipadati ribuan warga yang datang menyaksikan atraksi wisata, budaya, ritual dan perahu kora-kora serta peresmian pantai Barahima dan Pulau Mtu Mya menjadi destinasi wisata. Bupati Edi Langkara dalam sambutannya mengapresiasi kreasi dan kreativitas masyarakat Desa Messa, Kotalo, dan Dotte Kecamatan Weda Timur yang membuat event tersebut.

“Kepada panitia khususnya masyarakat Kotalo dan Messa, saya ucapkan terima kasih yang tak terhingga atas upaya yang maksimal dan tentunya didukung oleh masyarakat di Weda Timur sehingga ini bisa membawa dampak positif bagi leading sektor pariwisata, ekonomi dan kesejahteraan,” ujarnya.

Pemerintah daerah akan terus mendukung dan mengembangkan pulau Mtu Mya sebagai destinasi wisata di Kabupaten Halmahera Tengah. Dengan bantuan infrastruktur di lokasi wisata, penambahan wahana permainan, dan juga bantuan lainnya untuk menunjang destinasi wisata.

Sektor pariwisata yang baik kata bupati, akan menunjang perputaran ekonomi yang baik pula. Karena itu, Festival Pulau Mtu Mya akan dijadikan agenda tahunan yang nantinya dianggarkan dalam APBD."Mari kita menjaga lingkungan wisata mtu mya seperti hutan mangrove dan tumbuhan lainnya,” harapnya.

Sementara Wakil Bupati Abd Rahim Odeyani mengatakan semasa kecil dulu pulau ini ada pohon-pohon yang disinggahi berbagai jenis burung yang menjadikan sarang dan bertelur di Pulau tersebut."Dapat kita saksikan sekarang semuanya telah hilang akibat bencana dan ulah tangan-tangan manusia. Bencana abrasi dan pengambilan pasir putih untuk kebutuhan pembangunan," kata wabup mengisahkan. Karena itu, orang nomor dua di Pemkab Halteng ini mengajak masyarakat bersama-sama menjaga potensi yang ada, termasuk pasir yang sering diambil sebagai material bangunan."Saya sudah sampaikan kepada camat kepala desa dan masyarakat agar tidak ada lagi yang mengambil pasir putih," tandasnya.

Terpisah Supervisor Community Development Fuad mengatakan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) telah merealisasikan komitmennya mendukung kegiatan ini dalam rangka mengangkat kearifan lokal ke kanca nasional. Semoga kegiatan festival ini menjadi bagian dari agenda kalender pariwisata nasional.“Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada panitia Festival Mtu Mya. Semoga festival ini bisa mengangkat budaya dan kearifan lokal di Weda Timur dan Halmahera Tengah pada umumnya,” harapnya.

Sementara Ketua Panitia Ismail Muharam mengatakan festival ini terlaksana dan sukses digelar atas dukungan masyarakat, pemerintah, serta sponsorship PT IWIP.”Atas dukungan dan partisipasi semua pihak event ini bisa terlaksana,” ucapnya. Hadir dalam kegiatan Putri Indonesia 2019 Maluku Utara, Perwakilan PT IWIP, tokoh agama, kepala sekolah/guru/siswa, dan masyarakat. Di sisi lain, PT IWIP merupakan kawasan industri terpadu pengolahan logam berat yang terletak di Lelilef Weda yang didirikan 30 Agustus 2018.

Kawasan industri terpadu ini merupakan salah satu Proyek Prioritas Nasional RPJMN 2020-2024 serta ditetapkan menjadi salah satu proyek strategis nasional oleh Presiden Joko Widodo melalui pengesahan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020 tentang perubahan ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional. Proyek strategis nasional sebagai pengelola kawasan industri, IWIP menyediakan infrastruktur penunjang seperti jalan, akses pelabuhan, airport, pembangkit listrik untuk memfasilitasi kegiatan pabrik Feronickel Smelter para tenan. Antara lain PT Weda Bay Nickel PT Yashi Indonesia Investment dan PT Youshan Nickel Indonesia. (mpf/met/adv)