Gubernur Diminta Tidak Perburuk Demokrasi di Haltim

Lutfi Robo. (ISTIMEWA)

Maba, malutpost.id -- Pemuda Pancasila (PP) Halmahera Timur turut angkat bicara terkait nama calon Pj Bupati yang diusulkan Gubernur Maluku Maluku Utara KH Abdul Gani Kasuba untuk melanjutkan sisa masa jabatan mendiang Muh.Din Mabud. 

Ketua PP Haltim Lutfi Robo ikut mempermasalahkan satu dari tiga nama diusulkan karena memilih hubungan emosional dengan salah satu bakal calon bupati Haltim.

"Bagi saya ada benarnya juga kita menolak Pj atau Plt Bupati karena dimomen ini harapan kami adalah Pj Bupati ini turut menjaga stabilitas demokrasi, bukan sebaliknya akan melahirkan instabilitas," ujarnya Lutfi.

Memang kata Lutfi, Pj Bupati dijabat oleh birokrat hanya saja gubernur sebaiknya menghindari kondisi yang tidak kondusif terutama saat pilkada seperti saat ini. "Siapapun Pj Bupati kami terima. Kalau di Pemrov Malut itu masih banyak yang layak kenapa bukan mereka saja kenapa harus nama pejabat yang miliki hubungan keluarga dengan para calon bupati dan wakil bupati,” tanya Lutfi. 

Mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ternate itu juga juga meminta Pemprov Malut segera melantik Pj. Sekda agar kekosongan kepimpinan di Haltim tidak berlarut-larut. "Tetapi kalau SK sudah keluar kami minta disegerakan jadwal pelantikannya karena Haltim sedang terjadi kekosongan jabatan," katanya.

Dia menyakini gubernur Malut tidak berkeinginan menciptakan instabilitas demokrasi di Haltim yang buruk, untuk itu kondisi Haltim saat ini berada ditangan gubernur.”Kita tidak mau opini demokrasi Haltim sekarang ini mengarah ke instabilitas demokrasi,” pungkasnya. (ado)

 

-

Peliput : Muhammad Kabir

Editor : Jufri Duwila