Gantung Diri Usai Live Facebook

TAK BERNYAWA: Kondisi korban Fredrik Tutuarima saat ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Foto lain, Fredrik semasa hidup ISTIMEWA

TOBELO – Tindakan bunuh diri di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, makin memprihatinkan. Bagaimana tidak, korban bunuh diri terbaru melakukan aksinya usai siaran langsung sambil curhat di media sosial. Persoalan keluarga diduga kuat jadi pemicu utama tindakan nekat ini.

Fredrik Tutuarima (45), warga Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo, membuat geger keluarga dan warga sekampung. Pria yang berprofesi sebagai sopir angkutan itu ditemukan tak bernyawa usai gantung diri di rumahnya yang tengah kosong sekira pukul 15.00 WIT kemarin (27/2).

Firjen Senen (23), salah satu saksi mata yang juga tetangga korban mengungkapkan, awalnya ia dipanggil neneknya dan diminta mengecek rumah korban. Pasalnya, rumah tersebut terlihat dikunci dan ditutup rapat sejak malam sebelumnya. "Jadi langsung saya melihat rumah korban dan ternyata memang benar bahwa rumah dalam kondisi terkunci," ungkapnya.

Firjen pun membuka pintu dapur lewat ventilasi rumah. Ia lalu masuk mengecek kondisi di dalam rumah. Namun betapa kagetnya Firjen saat menemukan Fredrik dalam keadaan tergantung.

Melihat itu, Firjen langsung membuka pintu rumah dan berlari keluar. Ia lantas memberitahukan pada warga sekitar. “Jadi adik dari istri korban langsung menelepon istri Korban memberitahukan soal kejadian itu," tuturnya.

Saat peristiwa itu terjadi, Fredrik memang hanya sendirian di rumah. Sang istri, Olfrince Anthony (40), sudah beberapa waktu belakangan pisah rumah dengannya.

Olfrince mengetahui kejadian itu setelah ditelepon adiknya sekira 7 menit usai Fredrik ditemukan tak bernyawa. “Adik minta saya segera pulang karena Fredrik sudah meninggal akibat dari gantung diri. Setelah mendengar informasi, saya langsung meninggalkan pekerjaan dan kembali ke rumah untuk memastikan apakah benar atau tidak informasi dari adik saya," ujarnya.

Begitu Olfrince tiba di rumah, warga sudah ramai berkumpul. Menurut dia, pernikahannya dengan Fredrik masih utuh. Namun beberapa hari belakangan Fredrik sering mabuk-mabukan. "Jadi saya menegur dan menasehati. Tapi suami saya tidak menghiraukan nasehat dan teguran. Makanya, saya pun menghindar dan menginap di rumah orangtua saya," katanya.

Dia menambahkan, jika tengah mabuk Fredrik kerap melakukan tindakan-tindakan yang membahayakan dirinya maupun orang lain. Karena itu Olfrince pun memilih menghindari demi kebaikan mereka bersama. "Kondisi rumah tangga kami dalam beberapa hari ini terbilang agak renggang, karena masing-masing tidak saling berkomunikasi," ucapnya.

Kapolres Halut AKBP Yuyun Arief melalui Kasubag Humas Iptu Mansur Basing saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Menurut dia, diduga motif korban melakukan gantung diri karena merasa kecewa terhadap istrinya. Sebab, semenjak menegur korban beberapa hari lalu, sang istri tidak lagi tinggal bersama korban dan lebih memilih menginap di kediaman orangtuanya.

Sebelum gantung diri, korban lebih dulu melakukan siaran langsung lewat akun Facebook-nya. Dalam live tersebut, Fredrik mencurahkan isi hati, termasuk rencana mengakhiri hidupnya. "Samua kita so kase, so tara mampu hidup kayak bagini. Bini PNS kecuali kita tara ada kerja? Selalu orang tua turut campur. Mayat harus bawa pulang Morotai, tara boleh di sini. Di sini la kita bakarat. So bole sudah, kase tinggal dia kaweng baru. Selama ini apa yang ngana pe mau selalu kita biking, so boleh sudah. PNS kong ngana mo biking diri? Keluarga harus kase pulang di Morotai, tara boleh tanam di sini. Hidup saja ngana pe sifat kayak bagitu kong. Ini kaka pe sertifikat tanah," ungkap Mansur mengutip curhatan korban.

Mansur menambahkan, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi atas kematian Fredrik. Keluarga sepakat menerima penyebab kematiannya murni karena bunuh diri. "Kalau barang bukti HP milik korban yang terdapat videonya sebelum dan setelah gantung diri, telah diamankan oleh penyidik,” tandasnya.(cr-04/kai)