Banjir Halut, Ratusan Warga Mengungsi

PRAY FOR HALUT: Banjir menerjang wilayah empat kecamatan di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, Senin (2/3). Banjir yang disebabkan meluapnya sungai setelah berjamjam diguyur hujan deras itu membuat tak kurang dari 300 warga mengungsi setelah rumahnya terendam banjir/FOTO: BPBD HALUT FOR MALUT POST

TOBELO - Curah hujan yang tinggi membuat sungai di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, meluap, Senin (2/3). Luapan air tersebut membanjiri wilayah empat kecamatan. Ratusan warga pun terpaksa mengungsi lantaran ketinggian air mencapai 1,5 meter.

Wilayah yang terkena banjir adalah Kecamatan Tobelo Selatan, Kecamatan Tobelo Barat, Kecamatan Tobelo Timur, dan Kecamatan Kao Barat. Desa terparah terkena dampak banjir antara lain Desa Leleoto di Tobelo Selatan, Desa Yaro di Tobelo Timur, serta Desa Togoli dan Kusuri di Tobelo Barat.

Di Leleoto, 35 unit rumah direndam banjir setinggi 1,5 meter. Sedangkan di Yaro setidaknya 16 unit rumah tenggelam. Jembatan penghubung di Desa Katana juga putus diterjang banjir. Ratusan warga terpaksa mengungsi ke titik pengungsian yang disiapkan Pemerintah Daerah setempat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Halmahera Utara, Abner Manery menyatakan, banjir disebabkan meluapnya sungai akibat rendahnya bronjong penahan luapan air. Tingginya curah hujan beberapa hari belakangan membuat bronjong tak sanggup menahan debit air. "Bronjong tingginya hanya 1 meter. Karena itu ke depan harus kita tambah tingginya kurang lebih 1 meter lagi," tuturnya.

Abner bilang, Pemda Halmahera Utara menyiapkan titik ungsi di depan gereja di Desa Leleoto dan sekolah Mts di Togoli. Saat ini ratusan warga yang rumahnya terdampak parah sudah mengungsi. "Mudah-mudahan cepat surut airnya," ujarnya.(kai)