SMP N Toboulamo Melaju ke Final Olimpiade Fisika

KOMPAK:Foto bersama Fanny Dewanti, dewan guru pembimbing Fisika SMPN Satap Toboulamo bersama peserta olimpiade Fisika. 

TOBELO -SMP Negeri Satu Atap (Satap) Taoboulamo kecamatan Kao Barat berhasil lolos ke final sebagai peserta olimpiade Fisika tingkat kabupaten Halmahera Utara (Halut). Ini merupakan kali pertama SMPN Satap Taoboulamo ikut olimpiade dan berhasil melaju ke babak final. Lolosnya SMP N Satap Toboulamo setelah melewati seleksi tingkat rayon yang diselenggarakan panitia pelaksana, pekan lalu.

Ketua panitia pelaksana The Third Physics Championship 2020, Oktosea Buka pada Minggu (15/3) mengatakan, SMPN Satu Atap Toboulamo lolos ke babak final setelah mengikuti seleksi pada babak penyisihan, sebelumnya mencapai passing grade sebagai dan perwakilan peserta terbaik dari setiap rayon. “SMP Satap Toboulamo lolos ke babak final karena perwakilanya lolos seleksi sebagai peserta terbaik passing grade di rayon tiga wilayah kecamatan Kao Barat,’’jelas dosen Universitas Halmahera ini.

Okto juga mengakui, SMP Satap Toboulamo masuk peringkat 4 dari 15 sekolah yang peserta memenuhi standar passing grade.

Okto bilang, olimpiade Fisika yang diselenggarakan Universitas Halmahera ini adalah program tahunan yang sudah dilaksanakan sejak 2017 lalu. Tujuannya, untuk membentuk generasi muda yang sains dan mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah, sekalipun ada sejumlah daerah di Halut yang masih masuk dalam ketegori  tertinggal dan terluar.

Sementara itu, Fanny Dewanti selaku dewan guru pembimbing Fisika SMPN Satap Toboulamo menyebutkan, ada dua siswa SMPN Satap Toboulamo selaku peserta yang akan menjadi perwakilan di babak final olimpiade. Mereka adalah  Ersom Kayubesi dan Yulce Karimu. "Mudah-mudahan keduanya bisa memberikan motivasi bagi siswa dan siswi lainnya sekalipun bersekolah didaerah yang lumayan terpencil tetapi punya semangat yang patut diapresiasi dan diperhitungkan,"ungkapnya.

Sebelum tampil di babak final, keduanya sudah dibekali dengan ilmu pengetahuan yang sangat matang melalui materi-materi. “Jadi selama dua minggu full mereka diberikan pematangan materi berupa penyelesaian soal-soal yang kemungkinan akan diuji di babak final olimpiade nanti,’’pungkasnya.(cr-04/aji)