Kepala UPP PLN Tobelo Terjaring Razia

RAZIA:Tampak sejumlah pengunjung dan wanita malam dijaring Personil Polres Halut di sejumlah tempat hiburan malam yang ada di pusat kota Tobelo, Rabu malam kemarin.

TOBELO-Ditengah ancaman pendemi virus Covid-19, sejumlah tempat hiburan malam di pusat kota Tobelo kabupaten Halut masih saja membandel dan terus beraktivitas. Padahal sesuai instruksi presiden Jokowi dan ditindaklanjuti Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, aktivitas yang mengundang keramaian orang wajib ditutup untuk sementara waktu. Namun berdasarkan pantauan pada Rabu malam kemarin, himbauan ini sama sekali tidak diindakan sejumlah tempat hiburan malam. Salah satu diantaranya adalah Number One yang berlokasi di dalam kota Tobelo. Ini dibuktikan saat personil Polres Halut melakukan razia pekat Kie Raha II. Parahnya lagi, saat dirazia, personil Polres berhasil menjaring sejumlah pengunjung. Namun diantara para pengunjung, ada Kepala UPP PLN Tobelo, Berty. Saat digerebek di salah satu room, Berty tampak ditemani 4 wanita penghibur sedang asyik mengkonsumsi minuman beralkohol. Setelah digerebek, Berty bersama 4 wanita penghibur lalu digelandang ke Mapolres bersama dengan beberapa pengunjung lainnya. Setelah di Polres, mereka lalu didata dan diberikan pembinaan. Setelah itu, mereka yang dibawa ke Polres dititipkan ke sel tahanan dan nginap semalam untuk memberikan efek jera.

Kapolres AKBP Yuyun Arief, saat dikonfirmasi menegaskan, akan memproses para warga yang dengan sengaja melanggar imbauan pemerintah pusat dan daerah. "Jadi kita tidak segan-segan untuk memberikan sanksi. Makanya, mereka akan kita proses sebab jauh sebelumnya sudah ada edaran namun tidak diindakan,"tegas Kapolres.

Secara keseluruhan, baik Berty maupun para wanita penghibur akan dikenakan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) untuk mempertanggungjawabkan perbuatan yang dilakukan. "Setelah itu, mereka akan dikenakan wajib lapor,"kata Kapolres.

Sementara pemilik tempat hiburan malam yang kedapatan masih beroperasi juga akan dipanggil untuk diberikan pembinaan. "Mereka akan kita panggil untuk diberikan pembinaan sekaligus pemberitahuan maklumat Kapolri. Kalau untuk sanksi, nanti kita lihat dulu,"tandas Kapolres.(cr-04/aji)