Gaya Kepemimpinan Presdir sekaligus Pemilik PT NHM H Romo Nitiyudo Wachjo di Mata Karyawan

Pertemuan H Robert dengan para karyawan

MESKI tidak secara detail, tetapi publik Halmahera Utara (Halut), khususnya, dan Maluku Utara (Malut) pada umumnya sudah mengenal sosok Presiden Direktur (Presdir) H Romo Nitiyudo Wachjo atau akrab disapa H Robert. Kehadirannya secara perlahan mulai mendapat simpati dan pengakuan. NHM sebagai perusahaan dinilai mulai memiliki jiwa ‘sosial’, tidak seperti di era Newcrest. Itu penilaian secara eksternal. Lantas bagaimana secara internal? Apalagi saat ini manajemen baru di bawah bendera PT Indotan Halmahera Bangkit, terlihat sangat peduli kepada karyawannya. Salah satu kebijakan baru yang bisa dikatakan luar biasa, yakni bonus bulanan. Jumlahnya pun fantastis. Diketahui pula, berbeda dengan manajemen sebelumnya, saat ini H Robert terbilang rutin setiap bulan ke site. Saat datang, uniknya, H Robert tidak mau acara-acara formal. Dia maunya ketemu karyawan, diskusi, dengarkan semua curhat karyawan. Baik tentang pekerjaan, bahkan ada juga tentang masalah pribadi karyawan.

Tidak hanya itu, H Robert juga menyediakan waktu untuk karyawan sampai tengah malam, bahkan kadang sampai jam 1 pagi. Selalu meminta karyawan memberi masukkan-masukkan untuk kelancaran pekerjaan dan kesejahteraan karyawan. Senang pakai sendal dan kaos, makan-makanan yang sederhana dan sama dengan karyawan. Gampang sedih kalau dengar ada karyawan yang susah, dan ingin semua karyawan saling menghormati meskipun asal beda, agama beda, posisi pekerjaan beda. Saat beliau pertama kali datang ke site, banyak karyawan pada awalnya bingung dengan penampilannya yang tidak tampak seperti seorang pimpinan. Hanya memakai sandal dan kaos. Tapi kemudian, semua karyawan terkejut dengan hal-hal sangat baik yang dia lakukan, seperti pemberian bonus bulanan yang sangat besar karena pencapaian produksi. Termasuk investasi yang dilakukan untuk membeli alat penambangan yang baru, termasuk investasi untuk eksplorasi mencari cadangan emas baru, agar umur tambang bisa lebih lama. “Beliau sebagai pemimpin sangat unik. Kalau saya sebut, mungkin belum ada yang sama seperti beliau. Sosok yang sangat mulia di mata saya,” kata Irfan Ichsan, karyawan asli Malifut. Irfan yang kesehariannya sebagai karyawan tambang bawah tanah Toguraci ini menyebut, biasanya kehadiran pemimpin membuat karyawan ‘tidak nyaman’, tetapi berbeda dengan Pak haji, sapaan lain H Robert.

Kehadiran beliau justru membuat perasaan karyawan nyaman. “Itu yang saya rasakan, saat saya bertemu pertama kali. Memang saya tak sempat menyapa, hanya dari jauh memandang dan mendengar apa yang disampaikan,” ujarnya. “Satu hal dari saya, ada keunikan yang tersimpan dalam diri beliau. Pak haji tak segan membantu bagi siapa saja yang mengeluhkan kekurangan. Semua karyawan, termasuk kontraktor diperlakukan sama,” sambungnya. Jika dibandingkan dengan manajemen lama, kata dia, sangat jauh berbeda, baik dari segi kesejahteraan karyawan maupun segi kenyamanan. Dia pun menyebut, saat managemen lama karyawan justru malas tinggal di site Gosowong, tapi sekarang malah karyawan tidak mau tinggal di luar lagi. “Ya itu, karena nyaman. Dia sangat memperhatikan karyawan, seperti gaji karyawan dinaikkan ditambah bonus bulanan. Mungkin tidak hanya saya, karyawan lainnya pasti sangat bersyukur dengan kehadiran beliau sebagai pemimpin saat ini,” sebut Irfan.

Menjadi seorang pemimpin memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Karena pemimpin tidak sebatas memikirkan nasib perusahaan semata, namun juga harus memikirkan nasib karyawannya. Hanya sedikit pemimpin yang mampu dalam melakukan dua hal itu, kebanyakan terlalu terfokus pada nasib perusahaan. Nah mirisnya, hal itu banyak terjadi di Indonesia. Demi mengejar keuntungan semata, karyawan ‘dipaksa’ bekerja keras tapi tidak diimbangi dengan pemberian kesejahteraan kepada karyawan. Hal inilah yang menjadi penilaian dari Rendra Suryanatadipura, salah satu manajer geologi tambang di NHM. Saat diwawancarai, Rendra menilai PT NHM saat ini sudah seperti keluarga besar dan beliau (H Robert) adalah orang tua. Dia dan karyawan lainnya adalah anak-anak. “Sebagaimana sosok orangtua, kasih sayangnya tanpa pamrih, perhatiannya tulus, dan selalu istiqomah,” nilainya. Satu hal yang diakui Rendra, Pak haji sangat berkharisma. Dia menyebut, saat Pak haji berbicara, seolah-olah menghipnotis semua karyawan sehingga tenang mendengarkan. “Apalagi beliau tidak suka bertele-tele. Seperti kalau ada meeting untuk suatu masalah, beliau cepat dalam ambil keputusan. Ini yang bikin karyawan senang,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Rendra, hal lain yang disenangi karyawan terhadap sosok Pak haji, yakni komitmen. Menurutnya, Pak haji saat memberikan solusi atas masalah, selalu cepat. Ini yang bikin semua karyawan lebih yakin dan tenang jika solusi datangnya dari Pak haji. Bahkan, lanjut Rendra yang sudah sejak 2004 bekerja di NHM, Pak haji mau menerima usulan dari karyawannya. Sering juga meminta saran dan ketika saran itu diberikan, selalu diterima dengan baik tanpa ada kata-kata yang membuat karyawan tersinggung. Solusi beliau juga tidak menjatuhkan, tapi memberi support kepada karyawan. “Jarang melihat pemimpin yang punya jiwa kepemimpinan seperti beliau. Beliau kepada kami, tidak sekadar menuntut, tapi juga turut memberikan semangat. Seperti bonus bulanan kelebihan target produksi. Kalau dulu, jarang bisa capai target harian, saat ini justru rata-rata capai target. Sosok Pak haji membuat kami bersemangat,” akunya.

Secara khusus, sambung Rendra, kesan yang dia dapatkan dari Pak haji, mampu menempatkan diri dalam lingkungan yang berbeda. Artinya, beliau jika bersama karyawan mampu beradaptasi dengan kebiasaan karyawan. “Diskusi santai, pakai sandal, kaos, duduk sama-sama, ingin mengenal karyawannya secara langsung, dan tidak bosan mendengarkan keluh kesah para karyawan. Kami pun senang, jadi rileks dan tidak takut saat ketemu pimpinan,” bebernya. Senada diungkap Angga Febriansyah. Lulusan Universitas Padjajaran jurusan teknik kimia ini mengaku, kepemimpinan Pak haji meningkatkan gairah kerja. Setiap hari kesegaran kerja tetap bagus, terus bersemangat. Selain itu, pak haji tidak hanya memperhatikan kesejahteraan, tetapi juga sangat memperhatikan keselamatan karyawan. “Seperti saya Superintendent di pabrik pengolahan emas NHM. Sekarang akan dilakukan konservasi pabrik pengolahan emas agar lebih efektif dan ekonomis. Ini itikad baik Pak haji yang sangat bagus untuk karyawan dan juga berdampak positif untuk masyarakat,” kata Angga yang sudah 9 tahun bekerja di NHM.

H Robert berbincang dengan karyawan saat makan.

Dia juga menilai, gaya kepemimpinan Pak haji sudah menjadi bukti bahwa perusahaan nasional juga mampu mengelola secara professional. Ini karena manajemennya yang ada sangat bagus. “Ini tentunya membanggakan untuk kami profesional asal Indonesia,” terangnya.

“Pak haji gaya kepemimpinannya unik dari pola pikirnya. Baik dari segi ketenagakerjaan, rencana-rencana produksi, maupun kesejahteraan karyawan. Saya sendiri ingin belajar dan mendengar banyak dari dia. Apalagi pola komunikasi yang diterapkan saat ini adalah pola komunikasi langsung dengan karyawan, itu bagus sekali,” sambung Johannes Sinaga, Superintenden Produksi Tambang Bawah Tanah Toguraci. “Ditambah peningkatan operasional, investasi alat-alat baru dan peningkatan kesejahteraan karyawan. Itu perpaduan yang bagus untuk produksi yang tinggi dan aman. Saya yang tadinya pesimis jadi optimis sekarang,” aku alumni ITB jurusan teknik pertambangan yang sudah 6 tahun kerja di NHM. Lain lagi Dahri Abd Rahman dari departemen maintenance. Dirinya mengaku belum pernah ketemu langsung dengan H Robert. Namun, kebijakan yang sudah dilakukannya saat ini, sudah cukup menggambarkan sosok beliau. “Berikan kesejahteraan bagi karyawan yang jarang didapatkan saat manajemen lama. Meski belum ketemu, tapi saya sudah rasakan kebaikan dan ketulusan beliau bagi karyawan. Saya ingin sekali ketemu. Saya hanya ingin menyampaikan terima kasih atas kepedulian bagi kami, karyawan,” kata Dahri.

Demikian pula dua karyawati NHM, Milka Lasa dan Santi Hamid yang kesehariannya bekerja sebagai operator alat berat. Keduanya mengaku terjadi perubahan besar NHM saat dipimpin H Robert. “Luar biasa perbedaan, jauh sekali. Karena kemarin tidak ada bonus, saat ini karyawan dapat bonus. Bukan hanya karyawan, lingkar tambang juga disejahterakan,” nilai keduanya. Bahkan, Milka sendiri merasa kehadiran H Robert menjadi berkah pada dirinya. Karena sudah bekerja selama 14 tahun, baru saat ini statusnya dinaikkan Pak haji. “Saya sudah ketemu, dan satu perasaan yang tidak bisa tergambar, beliau memberikan saya support. Beliau memuji saya. Sebagai perempuan saya katanya hebat sebagai operator alat berat,” kata Milka.

Terpisah, karyawan kontraktor juga merasakan dampak perubahan signifikan dari peralihan manajemen. Aril Butuan, Asisten Manager Laboratorium PT Intertek Utama Services yang mengelola intertec laboratorium di Tambang Emas Gosowong. Menurutnya, NHM saat ini lebih terbuka, termasuk karyawan kontraktor. Dia menilai, perubahan yang sangat terasa saat ini dari sisi kesejahteraan karyawan. Kesejahteraan itu justru berdampak positif terhadap kinerja. “Termasuk kami di Intertek. Perhatian yang sama dari sisi kesejahteraan diberikan. Bahkan, penawaran kami untuk bergabung langsung direspon. Saya pribadi dan tim sangat senang ditawari Haji Robert untuk menjadi karyawan permanen PT NHM. Bahkan, keluarga kami terharu dengan kebijaksanaan H Robert tersebut,” ujarnya.

Dia mengaku sudah dua kali ketemu. Kesan yang didapatkan, Pak haji orangnya humble, rendah hati. “Ada kesan, saya melihat beliau meminta maaf hanya karena tidak bisa memenuhi janji ketemu karyawan karena kesibukan. Padahal, dalam status sebagai presdir kan tidak perlu sebenarnya. Ini beliau meminta maaf,” aku Aril. Tidak hanya itu yang berkesan, Aril menyebut, Pak haji juga tidak memandang beda, beliau melihat karyawannya seperti keluarga. “Sosok pak haji baik skali, kalau bilang hati malaikat ya, seperti itu. Hampir semua permintaan karyawan, hampir tidak ada kata tidak, tidak pernah menolak,” kesannya. Kehadiran H Robert disebut berkah bagi para karyawan dan mitra kerja, karena H Robert dapat merobah harapan di tambang emas Gosowong yang tadinya dikatakan Newcrest hanya tinggal dua tahun lagi, tetapi umur tambang bisa diperpanjang dengan eksplorasi yang dilakukan dengan investasi modal baru. Demikian gaya kepemimpinan H Robert yang dirasakan perubahannya oleh semua karyawan. Bahkan terinformasi, H Robert sedang melakukan perbaikan dan penataan internal secara besar-besaran. Tujuannya, agar semua karyawan memiliki visi yang sama, saling mendukung dalam pekerjaan masing-masing, dan merasa menjadi seperti satu keluarga. Setelah perbaikan-perbaikan di internal perusahaan, H Robert juga dikabarkan merencanakan melakukan cara baru dalam meningkatkan kontribusi PT NHM untuk masyarakat lingkar tambang, serta cara baru untuk mendukung perekonomian Halut dan Malut pada umumnya. Seperti apa itu, mungkin menarik untuk dinanti.(*)