Kades dan Perangkat Desa di Halut Gigit Jari

Ilustrasi gaji. (istimewa)

Tobelo, malutpost.id -- Penghasilan tetap (Siltap) perangkat desa, di Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara ternyata belum dibayar tuntas. Kondisi itu terjadi di 196 desa yang ada di Halut.

Informasi yang dihimpun malutpost.id, untuk siltap atau gaji yang belum dibayarkan tersebut jumlah bervariasi, mulai 3 sampai 4 bulan. Hanya saja, besaran siltap di masing-masing desa belum diketahui pasti. "Siltap masih tunggakan, belum bayar sudah sekitar empat bulan, padahal ini paling paling kami tunggu-tungg," singkat salah satu aparat desa yang enggan namanya publis, Senin (7/12/2020).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Wenas Rompis, saat dikonfirmasi membenarkan tunggakan pembayaran gaji aparat desa tersebut. Hanya saja, dia membantah soal tunggakan selama empat bulan. "Untuk siltap yang sudah dilayani dua bulan, pelayanan dari hari Kamis (pekan) kemarin. Ini kan tinggal Oktober, November dan Desember. Jadi, mungkin besok/lusa ke sana (ke depan) ada layanan lagi," ungkap Wenas, melalui sambungan telepon.

Wenas menjelaskan, tunggakan hak aparat desa tersebut terjadi di semua desa yang ada di Halut dengan jumlah bervariasi. Untuk itu, katanya, dalam waktu dekat tunggakan tersebut segera diselesaikan. "Ada yang satu bulan, ada juga yang dua bulan," katanya.

Lebih lanjut, mantan Kepala Kesbangpol Halut itu menyatakan, total keseluruhan gaji masing-masing desa berbeda. Itu dilihat dari besar kecil desa atau jumlah penduduk. "Kalau desa besar, anggota BPD tujuh orang. Kalau kecil lima orang saja. Jadi, jumlahnya tidak sama, tapi rata-rata itu di angka Rp 20 juta per desa," pungkasnya. (cr-04)


-

Peliput : Ramlan Harus

Editor   : Ikram