Mesin PCR Sumbangan PTNHM di Halut Sudah Beroperasi

Ramdani Sirait

Tobelo,malutpost.id - Mesin Polymerase Chain Reaction (PCR) yang disumbangkan PT Nusa Halmahera Minerals (PTNHM) kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut) sudah mulai beroperasi. Pengoperasian mesin itu diharapkan dapat mendukung program pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di Halut.

Manajer Komunikasi PTNHM, Ramdani Sirait kepada Malut Post mengatakan, mesin tersebut menjadi bagian dari Laboratorium PCR di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tobelo, ibukota Halmahera Utara. “Semoga dengan adanya mesin PCR ini, tracing dan testing di Halmahera Utara dapat dilakukan lebih banyak lagi mengingat specimen yang diambil dari setiap orang yang melakukan swab test tidak perlu lagi dikirim ke Ternate, atau Manado dan Makassar yang selama ini memakan waktu berhari-hari untuk mendapatkan hasilnya,” terang Ramdani yang juga mantan juru bicara PT Freeport Indonesia dan Koresponden Kantor Berita Antara di New York City, Amerika Serikat itu.

Pengoperasian PCR bantuan PTNHM untuk Pemda Halut ditandai dengan peresmian laboratorium Patologi Klinik di RSUD Tobelo, yang dilakukan langsung Bupati Frans Manery pada Rabu (30/12) lalu. Setiap warga Halut yang melakukan tes PCR tak dikenakan biaya atau gratis. Seluruh biaya ditanggung PTNHM. Saat ini di Maluku Utara, jumlah kasus positif Covid-19 di 7 kabupaten/kota menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Malut karena mengalami peningkatan status.

7 dari 10 daerah yang mengalami peningkatan status ke zona oranye yakni Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Halmahera Utara (Halut), Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Kota Ternate, Pulau Morotai, dan Halmahera Tengah (Halteng). Kasus aktif di Malut saat ini mencapai 390 kasus (13,5%). Apabila dalam isolasi mandiri tidak terlalu ketat maka kasus akan semakin bertambah. Data per 8 Januari 2020, jumlah kasus aktif Covid-19 di Malut sebanyak 383. Sebarannya adalah, Halbar 5 kasus, Halteng 14 kasus, Kepsul 34 kasus, Halsel 153 kasus, Halut 80 kasus, Haltim 15 kasus, Morotai 0 kasus, Taliabu 0 kasus, Ternate 40 kasus dan Tikep 42 kasus. “ Kita berharap setelah vaksin diberikan angka penyebaran Covid-19 bisa ditekan,” harap Ramdani.

Sementara secara nasional, jumlah pasien yang terjangkit Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah pada awal tahun 2021. Berdasarkan data yang dihimpun pemerintah, hingga Jumat (8/1/2021) ada penambahan 10.617 kasus baru Covid-19 dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Ini merupakan rekor kasus baru Covid-19 selama pandemi berlangsung di Tanah Air. Penambahan itu menyebabkan jumlah total kasus Covid-19 di Indonesia kini mencapai 808.340 orang, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama pada 2 Maret 2020. Meski terjadi penambahan kasus baru positif Covid-19, pemerintah juga melaporkan terdapat penambahan pasien sembuh dari Covid-19. Dalam data yang sama, ada penambahan 7.446 pasien Covid-19 yang sembuh dan dianggap tidak lagi memiliki virus corona. (*/rul)