Haji Robert Perintahkan Tim PT.NHM Bergerak Cepat Bantu Warga Korban Banjir


Tim Kinerja Sosial PT. Nusa Halmahera Minerals (NHM) saat menyalurkan bantuan kepada warga korban banjir.

Tobelo, malutpost.id - Banjir yang melanda sejumlah desa di Halmahera Utara, terutama yang berada di kawasan lingkar tambang membuat rumah warga terendam banjir dan harus mengangsi. Sedikitnya ada lima desa yang terkena banjir berada di Kecamatan Kao Barat di antaranya Desa Pitago, Bailengit, Soamaetek, Parseba dan Desa Tuguis. Tim Kinerja Sosial PT. Nusa Halmahera Minerals (NHM) langsung bergerak cepat turun ke lokasi banjir dan membantu melakukan evakuasi serta menyalurkan bantuan kepada warga.

Manajer Komunikasi PT.NHM, Ramdani Sirait ketika dihubungi mengatakan, Tim PT.NHM yang dipimpin oleh Manajer Kinerja Sosial Hansed Lasa dan Deputi Manajer Rustam Munawar sejak Sabtu malam telah mendatangi tempat-tempat dimana masyarakat berada untuk memberikan bantuan. “Sejumlah bahan makanan telah disalurkan sejak Sabtu malam. Tim Kinerja Sosial PT.NHM mendatangi tempat-tempat warga berkumpul. Semoga para korban banjir tabah menghadapi bencana ini dan kita saling bekerjasama untuk membantu meringankan beban masyarakat,” kata Ramdani, kemarin (17/01).

Menurut Ramdani Presiden Direktur PT.NHM yang juga pemilik perusahaan, Haji Robert Nitiyudo Wachjo telah memerintahkan Tim Kinerja Sosial PT.NHM untuk cepat membantu masyarakat yang terdampak banjir. “Mendapat informasi terjadi banjir di sekitar lingkar tambang, maka tim Kinerja Sosial PT. NHM langsung turun ke lokasi menyalurkan bantuan,” ujarnya. Camat Kao Barat Abner Tukang, mengatakan warga yang terkena dampak banjir di evakuasi menuju tempat penampungan yang berlokasi SD Inpres Desa Kai Kecamatan kao Barat, Gereja GMIH Elim Desa Bailengit dan SMK Bina karya desa Somaetek. ” Jadi warga yang terkena dampak banjir, semuanya telah di evakuasi di tempat pengungsian,” katanya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halut mencatat, sedikitnya ada kecamatan di Halut yang terdampak banjir.

Ada 20 desa yang pemukiman penduduknya terendam banjir dengan ketinggian air 1,5 hingga 4 meter. “ Hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang dalam durasi waktu yang cukup lama, mulai Jumat pukul 16.00 WIT, hingga keesokan harinya, Sabtu (16/1) pukul 12.00 WIT. Mengakibatkan sungai tersebut meluap dan merendam pemukiman warga,” kata Kepala BPBD, Abner Manery kepada //Malut Post// Minggu (17/1). Sejauh ini berbagai langkah sudah dilakukan pihak BPBD.(*/rul)