Korban Longsor Loloda Utara Butuh Uluran Tangan Pemda

Rumah Warga di Desa Ngijam, Loloda Utara saat tertimbun Longsor, Sabtu (16/1/2021) pekan lalu. (istimewa)

Tobelo, malutpost.id -- Warga korban longsor di Desa Ngijam, Kecamatan Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Utara yang terjadi Sabtu (16/1) pekan lalu meminta perhatian pemerintah daerah setempat.

"Kami warga korban becana longsor di Desa Ngijam, Loloda Utara hingga sejauh ini belum mendapat sentuhan langsung dari pemerintah daerah, padahal saat ini rumah kami rata dengan tanah akibat longsor yang terjadi beberapa waktu lalu,"kata Yunus Sero, Warga Desa Ngijam, Senin (25/1/2021).

Menurutnya, ada sekitar 14 rumah warga yang terkena longsor dan banjir di desa tersebut. Yunus menduga, salah satu penyebab rumah mereka bisa tertimbun tanah akibat pekerjaan jalan di desa tersebut. "Longsor yang terjadi mungkin karena dampak pekerjaan pembukaan badan jalan (Multiyears),"katanya.

Kepala Desa Ngijam, Max Makalung dikonfirmasi malutpost.id membenarkan kejadian itu. Dia bilang, peristiwa tak terduga itu membuat 2 rumah warganya ambruk terseret material tanah. "Benar, longsor itu terjadi dari Sabtu (16/1) lalu. Peristiwa ini mengakibatkan dua rumah milik warga rata dengan tanah, sementara rumah lainya hanya separuh tertutup longsor,"terangnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Halut, Abner Manery mengatakan, terkait bencana di Desa Ngajam selain longsor juga terjadi banjir yang melanda pemukiman penduduk setempat.

"Ada sekitar 14 rumah terdampak, dua rumah diantaranya tertimbun longsor, dan sisahnya hanya terdampak banjir,"katanya.

Di katakan, selain Desa Ngijam, ada juga Desa Worimoi, Loloda Utara yang ikut terdampak banjir hingga terdapat satu jembatan di desa setempat ikut terbawa banjir. Akibatnya, akses ke sejumlah desa terputus. Dia mengaku telah berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk melakukan penanganan. "Akses ke Desa Ngajam dan Worimoi, Kecamatan Loloda Utara kami belum bisa kami jangkau karena akses jalan darat di wilayah itu terputus. Pemerintah desa setempat sudah melakukan penaganan, setelah itu ditindaklanjuti pemerintah daerah,"ujar Abner.

Abner berujar, rumah warga yang tertimbun longsor di Ngajam karena pemukiman berdekatan dengan tebing. "Longsor bukan karena faktor pembukaan badan jalan, karena jarak lokasi jalan dengan titik longsor sangat jauh,"tandasnya.(rid)


-

Peliput : Ridwan Arif

Editor   : Ikram