Ancam Dibunuh Korban Rela Diperkosa


Ilustrasi (Foto: Istimewa)

TOBELO - Remaja (16 Tahun) asal Galela Selatan Halmahera Utara mengaku pasrah diperkosa sang kakek, paman serta ayah kandungnya sendiri karena diancam dibunuh. Hal ini disampaikan Kaur Bin Ops Polres Halut IPDA Muhammad Kurniawan mengutip pengakuan korban dalam konferensi pers di Mapolres, Kamis (4/2).        

Korban dalam keterangannya saat diperiksa penyidik PPA mengaku persetubuhan pertama kali dilakukan sang kakek berinisial AN di semak-semak sebanyak 2 kali. Yakni pada 2017 lalu dengan cara memeluk dan memegang payudara. Kakek mengancam membunuh cucunya ini jika tidak melayani untuk bersetubuh."Kalau kakek bunuh kamu tidak ada yang tahu. Itu ancaman kakek sambil memegang payudara cucunya (korban, red) ketika itu. Aksi kakek dilakukan di kebun pada 2017 lalu,"ungkap korban yang dikutip Kaur Bin Ops Polres. Belum puas, kakek bejatnya ini kembali mengulangi perbuatannya satu minggu setelah kejadian pertama. Yang kedua ini juga dilakukan di tempat yang sama. Saat itu sang kakek menarik korban lalu membuka celananya dan memangku sambil menyetubuhi korban.”Jadi kakek memperkosanya sebanyak dua kali,”ungkapnya. Sementara aksi OH (35) yang juga pamannya itu terjadi 2020 lalu. Sang paman memperkosanya sebanyak 7 kali. Pertama di bulan Oktober dan terakhir di November."Saat itu korban dibonceng pamannya itu menggunakan sepeda motor dan menuju pantai. Karena tidak ada orang, paman langsung menarik korban ke salah satu pohon coklat lalu memperkosanya,"ucap korban.       

Selain kakek dan pamannya, ayah kandungnya berinisial AK juga mengambil bagian. Ayah yang harusnya melindungi anaknya itu justru memperkosanya sebanyak 4 kali sejak Juli hingga Agustus 2020."Kondisi korban saat ini trauma dan hamil sekitar 4 bulan,"ungkap IPDA Muhammad. Kasus ini terungkap ketika korban menceritakan kepada salah satu keluarganya berinisial YS dan melaporkannya ke SPKT Polres Halut, Jumat (29/2) pekan lalu. Penyidik dalam kasus ini telah mengantongi barang bukti berupa pakaian korban dan hasil visum."Ketiga tersangka ini diancam 5 sampai 15 tahun penjara karena melanggar pasal 81 ayat 1 dan ayat 3 dan atau pasal 82 ayat 1 dan 2 Undang-Undang perlindungan anak,"tandasnya. (rid/met)