Basry: Itu Tindakan Oknum Bukan NHM

Dandy dan Prilly Sampaikan Permohonan Maaf ke Publik

Dandy dan Prilly Sampaikan Permohonan Maaf

Ternate,malutpost.id - Kasus pembuangan berkas lamaran yang dilakukan oleh dua oknum karyawan magang PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) Pricilia dan Dandy yang begitu viral di media sosial mendapat tanggapan akademisi Universitas Khairun M. Basry Hamaya. Menurut Basry, tindakan tersebut sangat tidak terpuji dan mencederai nama PT NHM. “ Saya melihat bahwa perbuatan tersebut adalah perbuatan oknum, bukan lembaga atau korporasi sehingga jika ada pihak-pihak yang menuduh ini adalah bagian dari skenario NHM adalah tidak benar dan tidak berdasar. Perbuatan Pricilia dan Dandy sudah dapat dikualifikasi sebagai perbuatan pidana pencemaran nama baik perusahaan karena mereka adalah bagian dari perusahan yang melakukan perbuatan atau permufakatan jahat tersebut,” ujarnya.
Kata dia, perusahan besar seperti PT. NHM, tidak mungkin melakukan hal seperti itu, karena perusahaan akan tetap menjaga tata kelola perusahaannya secara baik dan benar. Sebagai perusahan besar, PT NHM akan senantiasa menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahan yang baik dan benar karena selalu dimonitoring oleh public. Apalagi pemerintah juga memiliki saham dalam perusahan tersebut. “Jika perusahan melakukan tata kelola secara tidak benar dan tidak wajar, maka hal tersebut akan berdampak pada nama baik perusahaan dan opini negatif di dunia usaha bahkan menciptakan penurunan nilai saham. Dengan demikian, hal tersebut berpotensi menciptakan kerugian material perusahaan, maka para oknum tersebut bisa dipidana,” ujarnya.
Dosen Hukum Perusahan Unkhair tersebut menilai bahwa perilaku dua oknum yang katanya membuang berkas para pelamar juga tidak boleh berhenti pada pernyataan klarifikasi, sehingga dibutuhkan klarifikasi juga dari pihak HRD (Human Resources Development) PT. Nusa Halmahera Minerals. Menanggapi berbagai pernyataan yang menyudutkan PT. NHM, Basry mengatakan, elemen masyarakat hendaknya memberikan opini dan pernyataan yang konstruktif bukan menyudutkan perusahan yang tidak disertai dengan bukti dan fakta sebenarnya karena hal tersebut bisa berdampak secara hukum. “Bagi saya pihak yang telah dengan sengaja menganggap mengeluarkan pernyataan yang merugikan nama baik perusahaan hendaknya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka ke public melalui media masa karena dapat berakibat fatal bagi si pembuat berita atau opini, Sebagaimana kita tahu bahwa PT. NHM di bawah kendali PT. Indotan Halmahera Bangkit, baru berusia satu tahun dalam pengambilalihan saham sehingga membutuhkan pembinaan dan perbaikan di internal perusahaan,” tukasnya.
Lebih lanjut, Dosen Hukum Bisnis Unkhair itu menjelaskan bahwa PT. NHM di bawah kendali Hi Robert Nitiyudo telah banyak melakukan reposisi dan refungsionalisasi dalam internal perusahaan, dan membutuhkan waktu dalam pembenahannya. Hal ini disebabkan banyak karyawan berwajah lama yang hingga kini masih tetap bekerja di perusahan, namun dengan upaya dan respons cepat Haji Robert rekrutmen dan reposisi struktur perusahaan telah banyak di dominasi oleh putra daerah Maluku Utara. Di samping itu, tingkat kesejahteraan karyawan PT. NHM juga lebih diperhatikan. “PT.NHM dibawah kendali haji Robert terlihat sangat berkomitmen dan bersinergi dengan kebijakan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Halmahera Utara, sehingga kecurigaan-kecurigaan dari banyak kalangan eksternal sangat tidak benar karena berbanding terbalik dengan langkah luar bisa yang dilakukan haji Robert selama ini,” tandasnya. Sebelumnya, dua karyawan PT NHM Dandy M Reza dan Prilly Pricillia, melalui rilis yang diterima Malut Post telah menyampaikan permohonan maaf ke publik atas tindakan khilaf dalam candaan yang dilakukan keduanya. “ Kami meminta maaf kepada Yang terhormat bapak H Robert selaku Presdir PT NHM, Management Site NHM, Pak Safrudin selaku Manager IR, seluruh karyawan PT NHM dan untuk masyarakat lingkar tambang dan Maluku Utara,” ujar keduanya.
“ Apa yang kami lakukan hanya bercanda dan tidak benar adanya, bahwa proses recruitment di NHM dilakukan secara profesional dan transparan serta lebih diutamakan untuk masyarakat lingkar tambang, Halut dan Maluku Utara. Dan setiap berkas yang masuk ke PT. NHM dibaca satu persatu baik yang masuk via email maupun fisik. Jadi tidak benar adanya kami membuang berkas yang masuk. Berkas yang masuk setelah dibaca dan di-cross check yang sesuai dengan klasifikasi di input di data base dan yang belum memenuhi berkasnya kami simpan dengan baik dan rapi,” sambung keduanya. Mereka juga menegaskan, tak punya wewenang apa-apa terkait lamaran-lamaran yang masuk karena status keduanya hanya karyawan magang bukan karyawan tetap. “ Kami juga meminta kepada semua pihak yang telah memberikan tudingan miring ke PT NHM agar meminta maaf karena kesalahan itu adalah kesalahan pribadi kami bukan perusahaan,” sambung mereka.
Mereka mengakui, semenjak PT. NHM di bawah kepemimpinan Hj. Robert, NHM banyak melakukan perubahan yang lebih baik. Hal tersebut terlihat dari program-program Haji Robert yang nyata di masyarakat, seperti Pembagian sembako, bedah rumah, santunan anak yatim piatu, bantuan biaya kesehatan, renovasi rumah ibadah dan program NHM peduli dan Pak Haji Foudation. “Kebaikan Pak Haji baik kepada Karyawan maupun masyarakat lingkar tambang, Halut maupun Malut sangat diapresiasi oleh semua pihak. Kami berdua merasa menyesal yang sangat dalam atas perbuatan kami ini dimana telah menghilangkan masa depan kami sebagai kebanggaan orang tua serta keluarga dan telah merusak nama baik PT NHM,” tutur keduanya. “ Sekali lagi kami mau mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Bapak kami tercinta Pak Haji Robet untuk semua kebaikan yang luar biasa. Kami doakan agar bapak sehat selalu, panjang umur dan sukses kedapannya dan terus berbagai kebaikan kepada semua orang. Salam cinta dan peluk kami Dandy dan Prilly,” tutup keduanya di akhir rilis.(*/rul)