Usai Bantu Renovasi Gereja Boulamo, H Robert Beri Bantuan Rp150 Juta

KOMPAK: Haji Robert bersama rombongan NHM, berpose bersama pendeta dan jemaat Efata di dalam gereja Desa Boulamo. Gereja ini dibangun oleh PTNHM

Tobelo,malutpost.id - Presiden Direktur PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) H Robert mengunjungi Desa Boulamo, Kecamatan Kao Utara, Halmahera Utara (Halut), Rabu (24/3). Dalam kunjungan itu, Haji Robert Niktiyudo juga meninjau pembangunan Gereja Jemaat Efata yang telah selesai direnovasi oleh PTNHM. Haji Robert bersama rombongan ditemani pendeta Jemaat Efata Boulamo, Amanat Daeli, dan Kepala Desa Boulamo, Marta Kakanga beserta jemaat dan warga yang hadir pada kunjungan tersebut.

Di kesempatan itu, Haji Robert sapaan akrabnya, juga memberikan sumbangan tunai kepada warga Desa Baoulamo sebesar Rp150 juta melalui Kepala Desa Boulamo. Sumbangan itu akan dibagikan kepada warga sebesar Rp100 juta dan sisanya Rp 50juta dipakai untuk pemeliharaan gereja.

Haji Robert saat tatap muka dengan jemaat dan warga di Desa  Desa Boulamo, Kecamatan Kao Utara

Para jemaat dan warga Desa Boulamo menyampaikan rasa syukur dan terimakasih tidak terhingga kepada Haji Robert beserta karyawan PTNHM. Mereka juga mendoakan agar Haji Rober tetap sehat dan diberi kelancaran dalam beraktivitas Pendeta Jemaat Efata Boulamo, Amanat Daeli mengaku, sudah 36 tahun warga menanti memiliki gereja yang permanen karena sebelumnya bangunan gereja hanya terbuat dari kayu, yang setiap musim hujan air masuk ke dalam gereja, jika angin kencang tidak jarang dinding gereja ikut terbang.

“Kami para jemaat Desa Boulamo bersyukur kepada Tuhan telah mendatangkan malaikat kepada kami yaitu Bapak Haji Robert, untuk membangunkan gereja yang begitu megah dan menjadi kebanggaan jemaat kami,” ujar Ibu Pendeta penuh syukur. Semenjak menakhodai, PTNHM, Haji Robert sangat menaruh perhatian terhadap kehidupan masyarakat lingkar tambang termasuk tersedianya rumah ibadah. Sebelumnya Haji Robert juga telah membantu merenovasi Masjid Tua Kao dan renovasi Gereja Imanuel yang sebelumnya sempat terbakar (*/rul)