Semangat Kartini Modern di Tambang Emas Gosowong

EMANSIPASI: Puluhan karyawan perempuan PTNHM juga memperingati hari lahir Kartini, kemarin (21/4)

Tobelo,malutpost.id – Setiap 21 April diperingati oleh Bangsa Indonesia, terutama oleh para perempuan Indonesia sebagai hari kemerdekaan kaum perempuan. Ini adalah hari lahirnya Raden Ajeng Kartini, pahlawan nasional Indonesia yang sangat berjasa dalam mengangkat derajat kaum perempuan. Kini emansipasi perempuan itu telah berkibar di banyak sektor kehidupan. Di Tambang Emas Gosowong, di Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Provinsi Maluku Utara (Malut), semangat yang sama terlihat jelas. Para perempuan Indonesia dari berbagai wilayah di Indonesia, terutama yang berasal dari Malut dan Halut saat ini bekerja dan berkarir di tambang yang dikelola oleh PT Nusa Halmahera Minerals (PTNHM) itu.

Berbeda dengan PTNHM dulu. Kini, sejak mayoritas sahamnya diambil alih oleh Indotan yang dipimpin H Robert Nitiyudo, keberadaan perempuan di perusahaan tersebut semakin diapresiasi. Pada tanggal 21 April 2021 mereka semua merayakan emansipasi itu. Acara perayaan Hari Kartini dilaksanakan di dalam kawasan Tambang Gosowong dihadiri para karyawati dan General Manager Planning and Production PTNHM, Rado Lawolo.

Manajer Komunikasi PTNHM, Ramdani Sirait mengatakan, saat ini ada 166 karyawan perempuan di PTNHM, baik yang bekerja di kawasan tambang di Gosowong, di kantor Jakarta maupun di kantor Manado. Ini adalah angka yang lebih besar dibanding sebelumnya. Menariknya, sejak dipimpin Haji Robert, ada 4 perempuan di level manajemen. 1 orang berada di posisi general manager dan 3 di posisi manager. Sebelumnya hanya ada satu perempuan di level manajemen. “Begitu juga untuk level superintendent dan supervisor, jumlahnya bertambah,” terang Ramdani yang juga mantan Koresponden Kantor Berita Antara di New York City Amerika Serikat ini.

Kiprah Kartini di Tambang Gosowong

Keberadaan perempuan di industri tambang memberi nilai tambah bagi perusahaan-perusahaan tambang terutama tentang kesetaraan (equality) karena perempuan juga bisa bekerja dan berkarir bahkan memimpin di dunia usaha yang dulunya diindentikan dengan dunianya laki-laki. Misalnya, di Tambang Emas Gosowong ada perempuan yang menjadi operator kendaraan ADT (Articulated Dump Truck) dengan berat sekitar 14 ton dan material yang diangkut bisa 20 ton lebih. Juga ada mining engineer perempuan yang bekerja di unit tambang Toguraci dan Kencana.

“Ini adalah bukti bahwa perempuan memang bisa sejajar dengan laki-laki,” ujar mantan juru bicara PT Freeport Indonesia dan penulis buku ini. Ramdani menambahkan, PTNHM sangat mengapresiasi keberadaan perempuan dan akan terus meningkatkan partisipasi perempuan tersebut di aktivitas yang berkaitan langsung dengan tambang maupun di sektor penunjang lainnya. (rls/*/rul)