Muammar Diberhentikan karena Pelanggaran Berat

Presiden Direktur PT NHM, Haji Romo Nitiyudo Wachjo atau akrab disapa Haji Robert saat melakukan pertemuan bersama karyawannya.

Tobelo,malutpost.id - Muammar Ternate diberhentikan dari kepesertaan apprentice (magang) di PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) bukan karena mengkritik Haji Romo Nitiyudo Wachjo sebagai pemilik PTNHM tetapi murni karena melakukan pelanggaran berat sesuai dengan aturan perusahaan. Penegasan itu disampaikan Ketua Badan Serikat Iswan Ma’rus, kemarin (25/4). Menurut Iswan, Muammar bukan karyawan tetap PTNHM tetapi hanya sebagai apprentice atau sedang belajar kerja (magang). “Jadi tidak benar kalau saudara Muammar itu dirumahkan, karena dia memang bukan karyawan tetap, hanya sebagai apprentice,” terangnya.

Apprentice merupakan salah satu program kesepakatan antara Badan Serikat PTNHM dengan perusahaan yang diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PTNHM. Hal ini bertujuan untuk mendidik putra-putri masyarakat lokal Maluku Utara belajar bekerja di berbagai departemen atau divisi dengan pekerjaan tertentu, sehingga diharapkan mereka memiliki keahlian, kemampuan, loyalitas, dan  attitude(sikap) yang baik kepada perusahaan. “Dalam masa belajar itu akan dilihat punya kemampuan dan keahlian tidak. Begitu juga dengan loyalitas dan sikapnya, kalau baik akan ditawarkan untuk diangkat menjadi karyawan PTNHM dan kalau tidak mau bekerja di PTNHM akan diberikan surat pengalaman bekerja dari perusahaan sebagai bekal untuk melamar ke perusahaan lain,” terang Iswan.

Kata dia, Muammar dikeluarkan dari keikutsertaan magang di perusahaan karena sudah berapa kali melakukan pelanggaran berat diantaranya, melakukan pengambilan gambar dokumen perusahaan dan mengeksposenya ke luar dan disebar luaskan oleh rekan-rekannya yang lain diluar. “Perbuatan ini termasuk pelanggaran berat yang seharusnya pada saat itu perusahaan bisa mengambil langkah untuk mengeluarkan dari keikusertaan belajar bekerja akan tetapi perusahaan masih memberikan kesempatan bekerja dan memperbaiki perilakunya,” tandas Iswan.

Di samping itu, yang bersangkutan sudah pernah ditegur dan dinasehati bagian HRD industrial. Saat dipanggil Muammar berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Namun faktanya dia justru kembali mengulangi perbuatan yang sama. “Hal ini menunjukkan bahwa saudara Muammar tidak memiliki komitmen dan loyalitas sebagai peserta apprentice yang telah di atur dalam sistem perusahaan, PTNHM ,” tegas karyawan asal Kota Ternate ini.

Bukan Lingkar Tambang

Sementara terkait posisi Desa Ake Lamo Kecamatan Kao Teluk, Iswan menegaskan, pada masa PTNHM dibawah kepemilikan Newcrest, Desa Ake Lamo tidak masuk dalam desa binaan Sosial Performance (SP) PTNM. Namun setelah kepemilikan saham mayoritas diambil alih Haji Robert, Desa Ake Lamo langsung dimasukkan ke dalam binaan SP yang dikomandoi langsung Haji Robert selaku Presiden Direktur Perusahaan. “Dalam satu pertemuan dengan Badan Serikat dan Tim SP, Pak Haji merasa kasihan kenapa Desa Ake Lamo Kao Kecamatan Kao Teluk tidak masukan desa binaan SP PTNHM sehingga beliau berkomitmen setelah mengambil PTNHM Desa Ake Lamo akan segera dimasukan kedalam desa binaan SP, NHM Peduli, dan Haji Robert peduli,” jelasnya.

Komitmen Haji Robert tersebut telah direalisasikan dengan adanya penyaluran bantuan sosial dan memberikan kesempatan kepada masyarakat Ake Lamo Kao untuk bekerja di PTNHM dimana pada masa Newcrest tenaga kerja asal Ake Lamo Kao Teluk hanya satu orang karyawan PTNHM. “Sekarang karyawan asal Ake Lamo yang bekerja di PTNHM sudah beberapa orang. Ini bentuk kepedulian Haji Robert,” tambah Iswan. (*/rul)