Ketua DPRD Halut 'Tepis' Pernyataan Cawabup Petahana Didebat Kandidat

Ketua DPRD Halut Yulius Dagilaha . (istimewa)

Tobelo, malutpost.id - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Halmahera Utara (Halut) angkat bicara terkait pernyataan calon wakil bupati nomor urut 1, Muchlis Tapi Tapi dalam debat Pilkada tahap satu yang disiarkan di Kompas TV, Ahad (8/11/2020) malam.


Wakil dari calon petahana, Frans Manery itu menyebut alasan hilangnya Kontribusi Pembangunan Daerah (KPD) karena adanya pengalihan saham dari PT. Nusa Halmahera Minerals (PTNHM). Ketua DPRD Halut Yulius Dagilaha menilai, pernyataan Muchlis keliru. Menurutnya, KPD hilang sebelum adanya pengalihan saham. "KPD itu kan hilang sebelum adanya pengalihan, sesuai dengan MoU (Memorandum of Understunding, red). Dalam MoU kontrak karya itu kalau naiknya royalti, maka dengan sendirinya KPD hilang.


Jadi, penyampaian itu keliru," kata Yulius kepada malutpost.id via handphone, Senin (9/11/2020). Senada, Sekretaris Komisi III Fahmin Juba lantas meminta Muchlis Tapi Tapi mengklarifikasi pernyataan tersebut. Di katakannya, alasan hilangnya KPD sebelum masuknya PT. Indotan. "Itu yang harus diklarifikasi, karena kehadiran PT. Indotan sangat memberikan kontribusi besar bagi daerah, sampai juga pada penanganan covid-19 dan lain-lain," tegasnya. Pernyataan Muchlis itu menanggapi pertanyaan dari calon wakil bupati nomor urut 2, Said Bajak.


Said menyinggung kesejahteraan perangkat desa melalui penghasilan tetap (Siltap) yang dijanjikan Frans Manery dan Muchlis Tapi Tapi di periode pertama. Muchlis menyebutkan, ada dua hal yang membuat belum terpenuhi, pertama soal KPD dari PTNHM hilang dan kedua akibat pandemi covid-19. Muchli bilang, pada awal masa jabatan periode pertama KPD bisa mencapai Rp70-80 miliar namun kemudian hilang di tahun ketiga. Menurut dia, hilangnya akibat pengaruh divestasi aset dari Newcrest ke PT Indotan. Makanya, kebijakan untuk menambah siltap pemerintah desa tidak bisa dibijaki lagi oleh pihaknya. (cr-04) - Peliput : Ramlan Harun Editor : Ikram