Kasus 'Bakarat', Polda Malut Disorot

Mapolda Malut. (istimewa)

Ternate, malutpost.id -- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara masih terus mendalami kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah melalui media sosial yang menyeret oknum anggota DPRD Malut berinisial AD. Anggota DPRD Malut itu ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda pada 26 Agustus 2020.


Kabid Humas Polda Malut, AKBP Adip Rojikan mengatakan, pihaknya kini masih terus melakukan penyidikan atas kasus tersebut. “Saat ini dalam proses pengumpulan alat bukti yang bila sudah cukup akan dilakukan pemberkasan,” kata Adip saat dikonfirmasi, Kamis (12/11/2020).


Juru bicara Polda itu menambahkan, sejauh ini AD telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik. "Sudah (diperiksa,red)," kata Adip. Penanganan kasus yang menyeret politisi PDIP Malut itu menuai sorotan publik. Dosen Hukum Tata Negara, Universitas Khairun Ternate, Abdul Kadir Bubu menilai, beberapa waktu lalu, Polda menyatakan berkas tersangka dinyatakan lengkap (P21).


Namun, hingga kini tidak ada lagi kejelasan tentang kasus tersebut. "Rupanya ini main-main Polda. Kenapa main-main, takut sama AD dan takut sama partainya AD. Kapolda ini takut sama AD dan partainya AD," kata Abdul Kadir Bubu kepada malutpost.id, Kamis (12/11). Padahal, lanjut Abdul Kader Bubu, telah jelas dalam norma bahwa siapapun harus ditindaklanjuti termasuk kasus politisi partai PDIP.


Dosen Hukum Tata Negara itu mencontohkan, kasus AD sama seperti kasus tabrakan di Halmahera Tengah  yang terjadi sejak Juli hingga saat ini tidak ada kejelasan. Di Halteng tidak pernah selesai karena dibelakangnya ada IWIP. "Kenapa kasus Amin Drakel tidak selesai karena ada PDIP disana," ungkap Dade sapaan akrab Abdul Kadir Bubu.


Dade menambahkan, meski partai PDIP tidak turut campur menyerahkan ke Kapolda secara langsung untuk melakukan penanganan, itu bentuk Warning bagi Kapolda untuk melaksanakan itu. Namun rupanya Kapolda takut bayangan padahal partai tidak melindungi Amin Drakel. "Jadi sebenarnya Kapolda takut Amin Drakel. Amin lebih perkasa dari Polda dari penegakkan hukum di Malut," tegas Dade mengakhiri. (aby)


-

Peliput : Hasbi Konoras

Editor   : Ikram