PTUN Ambon Tolak Permohonan Bahrain Kasuba, Ini Bunyi Putusannya


Hendra Kasim. (istimewa)

Ternate, malutpost.id -- Langkah hukum yang ditempuh Bahrain Kasuba dan Muchlis Sangaji agar diakomodir sebagai salah satu pasangan calon di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara kembali kandas. 

Pasalnya, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Ambon menolak permohonan gugatan pasangan petahana. Sidang permohonan Fiktif Positif melalui e-court yang dimohonkan Bahrain Kasuba dan Muhlis Sangadji dengan termohon KPU Kabupaten Halmahera Selatan itu diputuskan pada Jumat (15/11) sore tadi. Dalam amar putusan PTUN itu disebutkan, dalam eksepsi: menerima eksepsi yang diajukan oleh termohon tentang eksepsi kompetensi pengadilan.

Sedangkan dalam pokok perkara menyatakan, permohonan Pemohon tidak dapat diterima. PTUN Ambon juga membebankan para pemohon untuk membayar biaya perkara yang timbul dalam perkara permohonan ini sebesar  Rp 337 ribu. Kuasa Hukum KPU Halsel, Hendra Kasim mengatakan, berdasarkan Perma Nomor 18 Tahun 2017, putusan PTUN terhadap permohonan Fiktif Positif bersifat final dan mengikat.

"Dengan demikian, putusan telah memiliki kekuatan hukum mengikat (inkracht van gewijde)," kata Hendra kepada malutpost.id, Jumat sore tadi.

Lebih dari itu, kata Hendra, ada segala upaya hukum yang telah dilakukan, mulai dari Bawaslu baik permohonan ajudikasi hingga laporan pelanggaran administrasi yang terakhir di PTUN Ambon menjelaskan bahwa apa yang dilakukan oleh KPU Halmahera Selatan telah sesuai dengan norma hukum pemilihan yang berlaku. "Jadi menurut kami, putusan ini sifatnya sudah final sebagaimana Perma 18/2017," pungkas Hendra. (aby)


-

Peliput : Hasbi Konoras

Editor   : Ikram