Pukul Teman Sendiri, Seorang Pelajar SMP di Ternate Dipolisikan

Ilustrasi kekerasan anak. (Shutterstok). 

Ternate, malutpost.id -- Seorang siswa di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Ternate berinisial KP terpaksa dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie.

Pasalnya, KP diduga dipukul oleh teman sekolahnya berinisial A, Kamis (18/11/2020).

Korban merupakan siswa kelas 8 (kelas 2 SMP) sedangkan A diketahui merupakan siswa kelas 9 (kelas 3 SMP).

Akibatnya, korban yang masih berusia 14 tahun itu harus mendapat perawatan medis karena mengalami memar di bibir dan rahang gigi bergeser.

Kejadian pemukulan itu dilakukan di ruang kelas sekolah. Tak terima dengan kejadian itu, orang tua korban langsung melaporkan peristiwa pemukulan itu ke Polres Ternate.

Kepada sejumlah awak media, orang tua korban mengatakan, dirinya mengetahui peristiwa itu dari adiknya yang memberitahukan melalui telepon bahwa anaknya dipukul sehingga dilarikan ke puskesmas kota.

Mendapat kabar itu, orang tua korban langsung menuju ke puskesmas kota.

Karena dampak yang serius yang diderita korban, pihak puskesmas merujuk korban ke RSUD  Chasan Boesoirie untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

"Saya juga kaget, melihat anak saya rahang giginya sangat serius untuk ditangani, saya langsung tanya permasalahan yang sebenarnya ke anak saya dan dari hasil penjelasan anak saya langsung saya buat laporan ke polisi," kata ibu korban, Dwi Aprilianti Purdiman, Kamis (19/11).

Dwi bilang, dari hasil penuturan putranya, saat itu korban berada di dalam kelas bersama rekan-rekannya sedang mengumpulkan berkas.

Tiba-tiba, A langsung menghampiri korban. Tak lama, A langsung melayangkan pukulan ke korban. "Pelaku datang langsung tanya ke anak saya, nama kamu siapa? Anak saya jawab, tiba-tiba dia langsung pukuli anak saya sampai keluar darah. Setelah itu, A langsung lari," ungkap Dwi.

Dwi bilang, mengetahui korban di RSUD CB Ternate, orang tua A langsung datang membesuk dan bersedia untuk bertanggung jawab seluruh biaya pengobatan.

"Walaupun mereka tanggung jawab biaya pengobatan namun proses tetap jalan," katanya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Ternate, AKP Riki Arinanda saat dikonfirmasi mengatakan dirinya saat ini belum menerima laporan terkait permasalahan tersebut. "Laporannya belum sampai di meja saya. Mungkin masih di SPKT," aku Kasat mengakhiri. (aby)


-

Peliput : Hasbi Konoras

Editor   : Ikram