Konoras: Pelaku Pengeroyokan Mahasiswa Bukan Warga Sipil

Muhammad Konoras. (istimewa)

Ternate, malutpost.id - Kasus pengeroyokan yang dialami mahasiswa Fakultas Hukum Unkhair Ternate Jamal Saroden mendapat perhatian publik.

Ketua Peradi Kota Ternate, Muhammad Konoras mengatakan, peristiwa yang locus delicti atau tempat kejadiannya terjadi di seputaran Taman Nukila Ternate perlu mendapat perhatian serius baik oleh Danrem 152 Babullah maupun Kapolda Maluku Utara.

Pasalnya, lanjut Konoras, dari penuturan orang tua korban bahwa sebelum dianiaya oleh orang tak dikenal (OTK), ada pertanyaan dari para pelaku kepada korban apakah korban anggota TNI  atau bukan.

Menurut Dia, hal itu menjadi kecurigaannya bahwa para pelaku penganiayaan itu bukan rakyat sipil. Sebab, sebelum peristiwa penganiayaan terjadi, informasi yang diterima bahwa telah terjadi perseteruan antara anggota TNI dengan anggota Polisi.

"Sehingga penganiayaan terhadap Jamal Saroden itu bisa saja dilatarbelakangi oleh rasa soliditas korps yang justru error terhadap orang," ungkap Konoras, Ahad (3/1/2021).

Di katakan Konoras, jika kasus tersebut tidak diusut tuntas, maka bisa saja terulang kembali dan masyarakat selalu menjadi korban.

Untuk itu, sebagai Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Kota Ternate, dia mendesak Kapolda Malut membuka rekaman CCTV yang ada di sekitar Taman Nukila demi memastikan siapa sebenarnya pelaku penganiayaan tersebut.

Selain itu telah ada bukti petunjuk bagi kepolisian untuk mengungkapkan siapa pelaku pengeroyokan terhadap Jamal Saroden.

"Sebab dengan ditemukannya nomor plat motor roda dua yang ditemukan oleh orang tua korban dan katanya sudah diserahkan ke Satuan Reserse Polres Ternate untuk menentukan siapa para pelaku pengeroyokan tersebut," pungkasnya. (aby)


-

Peliput : Hasbi Konoras

Editor   : Ikram