BPKP Serahkan Hasil Audit Jembatan Auponhia ke Polda Malut

Kondisi jembatan Air Bugis Desa Auponhia, Kepsul saat ini. (istimewa)

Ternate, malutpost.id -- Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Maluku Utara, telah selesai menghitung kerugian negara terhadap proyek rehabilitasi jembatan Air Bugis, Desa Auponhia, Kecamatan Mangoli Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula.

Laporan penghitungan kerugian negara (LPKN) bahkan telah diserahkan ke penyidik Ditkrimsus Polda Malut yang menangani kasus dugaan korupsi tersebut.

Koordinator Pengawasan Bidang Investigasi BPKP, Mohamad Riyanto kepada malutpost.id mengatakan, audit kerugian jembatan yang telah ambruk tersebut telah diserahkan ke Polda Malut. Dia mengungkapkan, pihaknya telah menyelesaikan audit sejak awal Desember 2020 lalu. "Iya, kita yang melakukan perhitungan kerugian negara," kata Riyanto didampingi Saefudin Zuhri.

Riyanto sendiri menolak berkomentar jauh soal hasil audit pihaknya. Sebab, katanya, seluruh penangan kasus termasuk hasil audit menjadi kewenangan Polda Malut untuk menyampaikan perkembangan penyidikan. "Sehingga yang dapat menjelaskan perkembangan kasus tersebut hanyalah Polda Malut sedangkan BPKP hanya menghitung kerugian keuangan negaranya saja," ujarnya.

Sekedar diketahui, proyek senilai Rp 4,2 miliar itu dianggarkan melalui APBD tahun 2017 di Desa Auponhia. Jembatan tersebut dikerjakan oleh PT Kristi Jaya Abadi yang tidak lain milik ipar dari Bupati Kepsul, Hendrata Thes. Selesai dibangun jembatan tersebut tidak pernah digunakan karena tidak layak dan telah ambruk tahun lalu. (cr-04)


-

Peliput : Ramlan Harun

Editor   : Ikram