Kasus Penggelapan Dana Koperasi PDAM, Jaksa Diduga Masuk Angin

Kantor PDAM Ternate. (Foto: Indotimur.com)

Ternate, malutpost.id -- Penyidikan kasus dugaan penggelapan dana Koperasi Tirta Dharma di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Ternate sebesar Rp3,7 miliar dengan tersangka Direktur Utama PDAM tersendat. Pasalnya, kedua institusi yang menangani kasus tersebut saling tuding.

Kasat Reskrim Polres Ternate, AKP Riki Arinanda, saat dikonfirmasi malutpost.id menegaskan, tetap memproses kasus tersebut. "Jalan saja. Kalau saya ya, proses tetap proses,"ungkap Riki, Selasa (6/4/2021).

Riki menolak menjelaskan banyak hal, namun dia menduga ada oknum jaksa yang bermain dalam kasus tersebut. "Kalau kendala ya di sana (kejaksaan), masuk angin atau apalah,"katanya.

Terpisah, Kasi Intel Kejari Ternate, Zubaidi S Mansur saat dikonfirmasi mengatakan, tidak ada perkembangan dalam kasus tersebut. Dia hanya bilang, berita acara pemeriksaan hanya bolak-balik antara jaksa dan penyidik. "Pokoknya itu sudah. Kadara kalao (kejakasaan-polisi, red), itu sudah,"singkat juru bicara Kejari Ternate itu.

Dalam kasus itu, penyidik Polres Ternate telah menetapkan Dirut PDAM Abdul Gani Hatar, sebagai tersangka. Abdul Gani sebelumnya merupakan Kepala Koperasi di perusahaan milik Pemkot Ternate itu. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Malut juga telah melakukan audit pada 2018. Hasilnya, uang koperasi sejak tahun 2013 hingga 2017 diduga hilang. (rey)


-

Peliput : Ramlan Harun

Editor   : Ikram Salim