MUI Imbau Masyarakat Tidak Terpancing

PERTEMUAN: Rapat antara MUI, Kesbangpol dan Polres Kepsul membahas kasus dugaan penghinaan agama kemarin. ft ikram/malut post

SANANA - Kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan SL di Desa Falabisaha, Kecamatan Mangoli Utara, saat ini ditangani Polres Kepulauan Sula (Kepsul).

Setelah menerima pengaduan, penyidik Polres Kepsul melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. Salah satu yang dimintai keterangan yakni saksi ahli dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kepsul. Kemarin (29/1), polisi bertemu dengan  MUI untuk mendengar  keterangan mereka.

Kepada Malut Post, Ketua MUI Kepsul H. Abdu Rahman menuturkan, pihaknya telah bertemu dengan penyidik Polres Kepsul. Nantinya akan dikirim tiga orang dari MUI untuk memberikan keterangan.  Dia menuturkan kasus ini menjadi kewenangan polisi, sehingga biarlah polisi yang bekerja.  ”Nanti penyidik yang berkesimpulan setelah meminta keterangan saksi,” kata pria yang juga Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Babussalam Sanana.  Karena itu dia meminta  masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dengan tidak terpancing isu-isu yang tidak benar. ”Kami dan kepolisian meminta agar masyarakat serahkan prosesnya kepada polisi,” tuturnya.
Wakapolres Kepsul, Kompol Arifin La Ode Buri menuturkan, pihaknya masih terus menyelidiki kasus tersebut. ”Tadi kita sudah rapat dengan MUI, kasusnya masih lidik,” ujarnya. Sementara Kapolres Kepsul, AKBP M. Irvan menambahkan, pihaknya telah menerima laporan resmi. Untuk itu, kata Irvan, polisi telah memanggil MUI, Kesbangpol dan pihak terkait untuk mendudukkan perkara tersebut. ”Dan hasilnya, mereka rata-rata berkesimpulan (masuk) penistaan agama,” jelasnya.

Untuk itu lanjut Irvan, polisi masih mendalami keterangan disertai alat bukti. Irvan bilang, alat bukti yang baru dikantongi polisi yakni keterangan saksi. Sehingga, polisi belum bisa berkesimpulan jauh, karena masih membutuhkan bukti lainnya, termasuk keterangan ahli dari MUI maupun psikolog untuk memastikan kejiwaan terlapor. ”Jadi mereka (MUI dan Kesbangpol) masih rapat lagi, nanti jika mereka berkesimpulan ini penistaan maka kita lanjut,” ujarnya.

Irvan mengaku belum bisa berspekulasi jauh, apakah kasus tersebut memenuhi unsur pidana atau tidak. Perwira dua melati itu, berpendapat selama unsur materil dan formil telah terpenuhi, maka pihaknya pasti akan meningkatkan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan atau menetapkan tersangka. ”Namanya laporan masyarakat, itu kita terima, nanti kalau layak baru naikkan ke tahap penyidikan,” pungkasnya. (ikh/onk).