Supir Angkot Mogok

MOGOK: Sopir angkutan kota memarkir kendaraannya. Ft ikram/malut post

SANANA - Puluhan supir angkutan Kota Sanana menggelar aksi mogok, Senin (9/3) kemarin.

Aksi ini dipicu kebiasaan penumpang  yang membayar tidak sesuai tarif. Selain itu, mereka juga menyoroti pelayanan SPBU Sanana yang hanya melayani penjualan bensin setengah hari. 

Koordinator Organda Kepsul, Ronal Makassar menuturkan, aksi mogok itu dilakukan lantaran banyak penumpang baik penumpang umum maupun siswa yang membayar tarif angkutan sesuka hati. Padahal menurutnya, soal tarif angkutan telah ditetapkan oleh pemerintah dan sudah disosialisasikan. Dia mencontohkan untuk rute Desa Mangon - Wai Ipa tarif untuk anak sekolah Rp 3.100 namun banyak yang membayar Rp 2.000. Kemudian Umaloya - Kampung Baru tarif anak sekolah Rp 4.000, dan umum Rp 7.500. Namun praktiknya penumpang membayar Rp 6.000.

Soal pelayanan SPBU Sanana, menurut Ronal jatah bensin hanya 5.000 liter per hari. Namun pelayanan pembelian bensin hanya pukul 10.000 - 13.00 WIT. "Setelah itu mereka tutup penjualan  bensin, ketika kita tanya kepada petugas mereka bilang nanti besok baru layani lagi, ternyata yang kita dapati itu malamnya mereka jual kepada pengecer," katanya.

Kadis Perhubungan M. Ali Hayatudin berjanji akan mensosialisasikan tarif angkutan umum sesuai SK Bupati Kepsul. "Nanti kita akan sosialisasikan," janjinya. Soal pelayanan SPBU, pihaknya akan menggelar pertemuan dengan Diskoperindag dan UKM bersama SPBU. "Saya sudah bertemu dengan pihak Pertamina, dan minta agar pelayanan itu sampai jam 10 malam," pungkasnya. Usai mendengar penjelasan kadis, sopir membubarkan diri dan kembali beraktivitas. (ikh/onk).