Tak Bisa ke Sula, Warga Tunggu Wabup di Pelabuhan

Kapal KM. Al-Sudais 21 di Pelabuhan Ahmad Yani saat hendak bertolak ke Sanana

Ternate, malutpost.id - Pemberlakuan surat keterangan sehat bagi setiap penumpang kapal yang hendak ke Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) menjadi pro dan kontra. 
 
Selain itu, Pemda melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 juga merekomendasikan pembatasan penumpang bagi kapal yang masuk di pelabuhan Sanana.
Akibatnya, tidak sedikit warga Sula yang hendak pulang harus dibuat linglung. 
 
Untuk mendapatkan tiket kapal, calon penumpang wajib mengantongi surat keterangan sehat dari rumah sakit atau instansi kesehatan lainnya. Seperti yang terjadi pada, Senin (13/4), ribuan calon penumpang harus rela mengantri berjam-jam untuk mendapat tiket kapal Al Sudais yang hendak ke Sanana pukul 4 sore. "Jam 6 pagi kita sudah antri beli tiket, tapi dari agen minta kita harus punya surat keterangan sehat, jadi mereka suru kita ke RS," kata Samsul sembari menunjukan surat keterangan sehat dari Rumah Sakit Tentara. 
 
Namun, saat ke RS lanjut Samsul, petugas RS justru menolak dan meminta mereka untuk membuat surat keterangan melalui tim medis yang ada di pelabuhan."Kata mereka (petugas RS) buatnya di pelabuhan, jadi kita balik ulang ke pelabuhan sampai urusan surat sakit kita selesai, tiket sudah habis," keluhnya. Beberapa penumpang lainnya bahkan mengancam akan menghadang Wakil Bupati Kepsul Zulfahri Abdullah Duwila yang rencananya menumpangi kapal Al Sudai. "Katanya pa Wakil Bupati mau naik kapal ini nanti kita cegat dan sampaikan keluhan ini," ujar sejumlah penumpang. Selengkapnya baca Harian Malut Post edisi Selasa (14/4). (ikh)