Pedagang di Pasar Sanana Nyaris Adu Jotos

SUDAH PINDAH: Lapak di Pasar Basanohi yang sebagian besar sudah terisi. Ini berbeda dengan Pasar Makdahi yang nyaris kosong melompong. (IKRAM SALIM/MALUTPOST.ID)

Sanana, malutpost.id – Sejumlah pedagang di Pasar Basanohi Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, nyaris adu jotos. Insiden yang terjadi pada Rabu (15/4) itu bermula dari kesalahpahaman.

 

Awalnya, beberapa pedagang yang sebelumnya telah direlokasi masuk ke dalam gedung Pasar Basanohi mendatangi lapak pedagang sembako yang berada di sisi timur Pasar Makdahi. Kehadiran pedagang yang terdiri dari ibu-ibu itu karena merasa diperlakukan tidak adil. Mereka meminta agar pedagang lainnya ikut pindah ke dalam gedung pasar.

 

Sontak, suara teriakan ibu-ibu membuat pedagang lain tersinggung. Akibatnya, sesama pedagang pun terlibat saling teriak dan nyaris adu jotos. Beruntung, beberapa petugas pasar dan Satpol-PP yang tiba di lokasi berhasil meredam insiden itu sehingga tidak bertambah panjang. "Ada ibu-ibu yang datang bawa balok jadi kita tersinggung lah," aku salah satu pedagang yang menolak namanya diberitakan.

 

Saat ditemui malutpost.id, beberapa pedagang di sisi timur mengaku sudah ada kesepakatan antara pihaknya dengan dinas terkait. Menurutnya, waktu yang ditentukan untuk pindah ke dalam gedung pasar adalah pada 7 Mei. "Bukan kita tidak mau pindah tapi kesepakatan awal kita dengan Dinas PU itu tanggal 7 Mei kita sudah harus pindah, dan kita siap itu," kata sejumlah pedagang.

 

Sementara itu, puluhan pedagang yang berjualan di halaman depan Pasar Basanohi seluruhnya telah direlokasi ke dalam gedung. Begitu pula dengan puluhan pedagang yang berjualan di areal timbunan sekira 50 meter dari Pasar Makdahi juga sudah direlokasi ke dalam bangunan Pasar Makdahi.

 

Meski begitu, sebagian besar lapak di gedung Makdahi itu belum terisi. Hanya Pasar Basanohi yang sebagian besar telah terisi. "Pindah di sini selama 5 hari ini jualan justru kurang laku, biasanya sampai tengah hari jualan sudah habis tapi sekarang tomat baru laku Rp 5 ribu," kata Ebi, salah satu pedagang barito di dalam Pasar Makdahi. Ia juga mengaku dalam sehari dagangannya hanya laku Rp 100 ribu. "Kalau di luar itu bisa sampai Rp 500 ribu," tandasnya.(ikh)