Aksi Warga Mangon Tolak Sekolah jadi Ruang Isolasi Pasien Berakhir Kondusif

Aksi protes di depan SMP 1 Sanana, Desa Mangon, Kepsul, Sabtu (9/5).

Sanana, malutpost.id – Puluhan warga Desa Mangon, Kecamatan Sanana mendadak berkumpul didepan kantor desa setempat, Sabtu (9/5/2020). Mereka menolak pengunaan gedung sekolah SMP Negeri 1 Sanana yang berada di desa tersebut dijadikan sebagai ruang isolasi pasien covid-19.

Alasannya, gedung sekolah berdekatan dengan pemukiman warga.”Kami menolak gedung sekolah jadi ruang karantina pasien positif karena sangat dekat dengan rumah kita,” kata sejumlah warga.

Namun begitu, aksi itu berakhir kondusif setelah gugus tugas Kepsul bersama Polres Kepsul memberikan penjelasan kepada warga.Disisi lain, banyak dukungan yang mengalir untuk pasien covid-19 Kepsul.  Salah satunya datang dari Gravity Learning Center.

Mereka mengkampanyekan dukungan terhadap warga Sula yang terpapar virus corona.”Mari jangan hanya asal, kita tidak tahu bagaimana susahnya pemerintah berupaya keras keluar dari masalah ini, mari kita dukung jangan kucilkan sodara kita yang terkena musibah,” kata Koordinator GLC, Irawan Duwila. (ikh)

 

-

Editor: Ikram Salim