Tolak Gedung Karantina, Warga Hadang Mobil Polisi, 1 Mobdin Rusak

Warga Pohea menghadang kendaraan Dalmas Polisi, Sabtu (9/5) tadi malam.

Sanana, malutpost.id - Insiden penolakan beruntun terjadi di Kabupaten Kepulauan Sula. Sebelumnya, warga Mangon menolak gedung SMP 1 Sanana sebagai ruang karantina pasien covid-19, hal serupa jika dilakukan warga Desa Pohea. 
 
Mereka juga menolak kantor Bupati baru sebagai ruang karantina pasien. Padahal, jarak kantor Bupati dan pemukiman warga cukup jauh. 
 
Insiden itu terjadi pada Sabtu (9/5) malam sekira pukul 11.30. Mirisnya, masyarakat juga ramai-ramai berkumpul di posko relawan covid-19 Desa Pohea untuk ramai-ramai mengahadang truk Dalmas Polres Kepsul dan mobil dinas pemkab yang mengangkut logistik medis. 
 
Dari video yang beredar, tampak truk polisi dihadang warga tepat di pertigaan menuju kantor Bupati. Aksi hadangan itu berujung anarkis. Satu kendaraan dinas milik Dispora Kepsul dirusak. 
 
Kapolres Kepsul, AKBP M. Ivan saat dikonfirmasi mengaku sudah menerima laporan pengrusakan tersebut. "Kalau masalah itu kita akan proses yang melakukan pengerusakannya dan kita sudah terima laporannya," kata Kapolres.
 
Dia mengaku telah mengidentifikasi pelaku pengrusakan. "Pelaku sudah kami identifikasi, dan kami akan lakukan tindakan tegas," tegas perwira dua melati itu. 
 
Sementara Kades Pohea, Rudi Duwila mengaku, seluruh warga Pohea sudah berkumpul di posko relawan. Mereka menolak aula kantor Bupati dijadikan tempat karantina."Sementara warga satu kampung sudah mengepung posko relawan, jadi kami dari pihak desa dan camat Sanana Utara mengharapkan agar kalau bisa dibatalkan kantor Bupati sebagai tempat karantina," kata Rudi melalui WhatsApp grup malam tadi. (ikh)
 
-
Editor: Ikram Salim