GTS Peduli Pendidikan, Hidupkan Belajar Siswa di Tengah Pandemi

Koordinator GTS, Irawan Duwila bersama anak-anak di Desa Kabau, Kepulauan Sula. (FOTO; GTS FOR MALUTPOST.ID)

Sanana, malutpost.id - Pandemi COVID-19 membuat siswa harus belajar dari rumah. Belum tahu kapan siswa dapat kembali ke sekolah.

Gravity Study Tour (GTS) ingin menghidupkan proses belajar siswa di masa pandemi ini. Salah satunya dengan membagikan lembar kerja siswa atau worksheet student di Desa Kabau, Kecamatan Sulabesi Barat, Senin (1/5).

Koordinator GTS, Irawan Duwila menuturkan, pasca sekolah diliburkan sampai hari ini belum ada metode belajar mengajar yang disiapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Sula. Hal itu kata Irawan bisa berdampak pada produktif siswa.”Harusnya selama masa pandemi ini sudah ada model pembelajaran yang mestinya sudah disiapkan jauh hari, karena ini hak siswa untuk mendapatkan pendidikan,” kata Irawan.

Dia menjelaskan, lembar belajar siswa tersebut menjadi inisatif sosial untuk memberikansarana pembelajaran berkualitas dan menyenangkan bagi siswa di rumah.”Ini bisa menjadi paduan bagi siswa untuk belajar sendiri di rumah,” kata lulusan Magister Pengembangan Wilayah Pesisir dan Pulau Kecil, Universitas Muslim Indonesia itu.

Dia bilang, pendidikan di Kabupaten Kepsul masih tertinggal jauh dari semua sisi sebelum pandemi berlangsung. Kondisi ini diperparah dengan masalah virus corona sehingga seluruh siswa dirumahkan hingga masa waktu yang belum ditentukan.”Pendidikan di Sula ini tertinggal jauh sekali apalagi adanya pandemi ini anak-anak tidak masuk sekolah itu makin memperburuk pendidikan mereka,” ujarnya.

Disis lain, model pembelajaran dalam jaringan (daring) di Kepsul juga tidak bisa diterapkan secara menyeluruh,sebab masih banyak desa yang tidak terjangkau jaringan internet.”Tidak semuanya terjangkau jaringan 4G sehingga tidak bisa mengakses media pembelajaran untuk belajar di rumah dengan baik,” pungkasnya.  Kegiatan tersebut diikuti oleh sejumlah relawan yang tergabung dalam GTS, baik pemerhati pendidikan dari berbagai latar belakang pekerjaan, Pengacara, Hakim Pengadilan Negeri Sanana, dan jurnalis. (ikh)

 

-

Editor  : Ikram Salim