Kasat Pol PP Sula Undur Diri di Tengah Pandemi, Ini Penyebabnya

H. Ziadun (kameja putih) bersama keluarga saat menuju ke Polres Kepsul. (ISTIMEWA)

Ternate, malutpost.id – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Kepulauan Sula, H. Zaidun menanggalkan jabatannya setelah bersitegang dengan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepsul, di kediamnnya, Desa Fogi, Kecamatan Sanana pada Senin (8/6).

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kepsul itu sempat bersitegang dengan tim Gustu Covid-19 Kepsul  yang saat itu menjemput keluarganya karena terkonfirmasi positif corona.  Dia menolak keluarganya dikarantina di SMP 1 Sanana, Desa Mangon. Alhasilnya, sikapnya yang ‘menentang’ protap Covid-19 itu berbuntut pengunduran diri jadi jabatannyan sebagai pejabat di jajaran pemda. 

Sikapnya makin memanas saat seluruh keluarganya turut memadati rumahnya dan mencegah petugas gustu melakukan evakuasi.

Dalam video yang beredar,  Zaidun mengatakan, SMP 1 Sanana tidak layak dijadikan sebagai tempat karantina bagi pasien covid karena banyak nyamuk. 

"Kita tidak menghalangi tetapi lokasi karantina di bawa (SMP 1, red) tidak memungkinkan untuk pasien, karena tidak layak jadi saya dengar langsung bagaimana pasien yang sembuh ini ceritakan kepada saya tentang kondisi yang terjadi, kasihan mereka ini,” ujarnya.

Untuk itu, Zaidun mengaku menghibahkan rumahnya sebagai tempat karantina pasien corona termasuk menanggung seluruh biaya dan makan minum pasien. “Saya hibahkan rumah saya kepada tim Covid dan di SK kan sebagai tempat karantina di Kabupaten Sula, " kata Zaidun dihadapa Kapolres Kepsul, AKBP M. Irfan dan Dandim 1510 Sanana, Letkol Inf. Karona Susilo.

Dalam kesempatan itu, Zaidun juga membongkar bobrok dari kerja-kerja gugus. Seperti pengiriman spesimen di Ambon dan di Ternate.  Dia mempertanyakan, mengapa pengiriman swab pertama di Ambon dikawal ketat petugas sementara di Ternate justru tidak. 

”Saya punya saudara-saudara (pasien) yang dikarantina 1 bulan belum tahu hasilnya, sementara dari gugus alasan tidak ada biaya sedangkan biaya begitu banyak,” kata Zaidun yang juga anggota tim Gustu Covid-19 Sula itu.

Setelah dimediasi oleh pihak Polres Kepsul dan Kodim 1510, Zaidun akhirnya legowo dan menerima keluarganya di karantina di SMP 1 Sanana. ”Hari ini saya sudah undur diri secara lisan dari jabatan sebagai Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran,” pungkasnya. (ikh)

 

Editor : Ikram Salim