Proyek MCK yang "Dibagi-bagi" Ternyata Bermasalah: Hasil Temuan Komisi III Kepsul

Kondisi salah satu proyek MCK di Pulau Mangoli yang bermasalah. (ISTIMEWA)

Sanana, malutpost.id  -  Proyek bangunan  MCK (Mandi, Cuci, Kakus) di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) sebagian besar bermasalah. Salah satunya soal hibah lahan warga serta kondisi bangunan.
 
Ihwal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPRD Kepsul, Ihsan Umaternate di ruang komisi, Selasa (28/7/2020).
 
Wakil rakyat dua periode ini mengaku, hasil pengawasan Komisi III, ditemukan dua unit proyek IPAL komunal kombinasi MCK di Desa Modapia dan satu unit  desa Falabisahaya Kecamatan Mangoli Utara yang bermasalah.
 
"Masalahnya itu MCK dibangun di lahan warga yang bersertifikat yang belum dibiki dokumen hibahnya,"katanya.
 
Dua unit MCK di Modapia, satu diantaranya sudah selesai dibuat dokumen hibah tanah warga."Yang selesai itu MCK tahun 2020 di Modapia sedangkan tahun 2018 belum. Satu unit MCK anggarannya 450 juta rupiah," ungkap Ihsan. 
 
Selain dua desa tersebut, politisi Golkar Kepsul ini mendapat laporan serupa terjadi di desa Wai Ina dan Desa Partina Kecamatan Sula Besi Barat."Ini kita belum turun cek. Tapi ada laporan masyarakat demikian. Masalah yang sama," ungkapnya.
 
Ihsan bilang, proyek yang menggunakan dana APBN itu lemah pada perencanaan. Semestinya dokumen hibah dibuat lebih dahulu sebelum MCK dibangun.
 
"Seharusnya surat hibah dibikin dulu baru dibangun MCK. Rata-rata Kepala Desa hanya main tunjuk-tunjuk lahan," paparnya.
 
Dari temuan di Modapia dan Falabisahaya, Ihsan menduga kuat masalah serupa terjadi di sejumlah desa yang dibangun MKC menggunakan APBN tersebut.
 
"Kita bisa berkesimpulan bahwa semua terjadi masalah yang sama," katanya.
 
"Kami juga sudah sampaikan ke Kadis PUPR saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) tadi, segera selesaikan masalah tersebut," pungkas Ihsan. (cr-01)
 
 
 
-
Peliput : Gunawan Tidore
Editor   : Ikram