Kebijakan Tak Sesuai Aturan, Dua Bulan Kantor Desa Dipalang

Kantor Desa Waisakai yang masih dalam kondisi dipalang. (ISTIMEWA)

Sanana, malutpost.id - Kebijakan Penjabat Kepala Desa Waisakai, Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Sula Jafar Wamnebo dinilai amburadul. 

Pasalnya, Ia melakukan pergantian perangkat desa yang berbuntut masalah dan menuai kecaman masyarakat karena tanpa melalui musyawarah desa. 

Dampaknya, warga memalang kantor desa dua bulan lalu dan hingga kini belum dibuka.

"Kebijakan yang diambil oleh Jafar Wamnebo ini sudah melenceng dari aturan di tingkat desa. Karena tidak ada dalam aturan manapun yang memerintahkan Pj untuk melakukan perombakan struktur desa, jika semua masih normal dan aman-aman saja,” terang Ketua DPK KNPI Kecamatan Mangole Utara Timur, Hadli Tidore.

Menurutnya, kebijakan tersebut cacat hukum. Kondisi ini diperparah dengan sikap Jafar yang seolah cuek dengan kondisi Desa Waisakai. 

“Setelah Beliau (Jafar Wamnemo) melakukan pergantian struktur desa, lebih naif lagi adalah beliau kemudian pergi ke Sanana dan meninggalkan tempat tugas. Sementara masyarakat selalu bertanya-tanya, sebenarnya Waisakai ini punya kepala Desa atau tidak,” lanjut Hadli.

Menurut Hadli, Jafar Wamnebo adalah sosok pemimpin yang tidak bertanggung jawab. Kata dia, pemimpin seperti ini tidak layak untuk dipertahankan. Ia meminta, kades segera kembali ke Waisakai dengan menggelar pertemuan dengan masyarakat.

“Kalaupun Beliau adalah sosok pemimpin yang baik dan benar-benar punya niat yang bersih untuk melihat desa, saya pikir beliau harus segera kembali ke tempat tugas,” sindirnya.

"Selaku Ketua DPK KNPI, saya mengharapkan agar kades Waisakai Jafar Wamnebo segera ke Waisakai, untuk melakukan rapat bersama masyarakat. Kemudian menjelaskan masalah yang ada. Karena Palang Kantor Desa tidak akan dibuka selama belum ada titik kejelasan dari Pj Kades,” ujar Hadli mengakhiri. (anv)

 

 

-

Peliput : Tim

Editor   : Haiyun Umamit