Diduga Lakukan Pembohong Publik, Rudiman Bakal Diproses Hukum

Foto ilustrasi berita bohong. (Ilminiti)

Sanana, malutpost.id - Warga Desa Kabau Pantai, Kecamatan Sula Besi Barat  Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara bakal polisikan Rudiman Pangemange karena dianggap melakukan pembohong publik tekait dugaan penganiayaan terhadap dirinya. 

Melalui salah satu media online lokal, Rudiman menyampaikan jika dirinya dianiaya oleh okmun warga Desa Kabau Pantai saat menjalankan tugas pengawasan Pencoklitan pada 30 Juli 2020 lalu di Desa Wai Ina Kecamatan Sula Besi Barat. 

Pernyataan Rudiman dimuat oleh media trikNews.co pada 3 Agustus 2020 lalu itu dianggap sebagai berita bohong. 

Sumarlan Umamit, salah seorang warga Desa Kabau menyatakan, saat peristiwa itu Rudiman mengenakan kaos dan celana pendek olahraga hitam hijau. Padahal, setiap petugas penyelenggara diwajibkan mengenakan pelindung diri sesuai protokol kesehatan saat menjalankan tugasnya."Artinya, yang bersangkutan tidak melakukan tugas pengawasan. Karena Pasal 4, Ayat 2 dalam Perbawaslu Nomor 4 Tahun 2020 secara jelas mengatur tentang protokol kesehatan dalam tugas pengawasan," katanya, Senin (7/9/2020).

Sementara, Ketua Bawasku Kepsul, Iwan Duwila kepada malutpost.id menyatakan, pihaknya sudah memanggil Rudiman untuk ditanyakan hal tersebut."Kami sudah panggil dan menanyataan hal itu. Dan kasus tersebut tidak masuk dalam ranah Bawaslu,"ujarnya.

Kendati demikian, Warga Desa Kabau Pantai tetap akan mengadu ke pihak kepolisian karena dianggap lakukan pembohong publik."Kami tetap tempuh lajur hukum. Karna sudah lakukan pembohong publik,"tandas Ketua Pemuda Kabau Pantai, Suwanto Tidore. (cr-01)

 

 

-

Peliput : Gunawan Tidore

Editor   : Ikram