Pilkada Kepsul, Paslon Petahana Paling Doyan Tebar Isu Sara

Insiden saat Umar Umabaihi dan Fifian Ningsi saling sahut usai pengambilan nomor urut paslon di kantor KPU Kepsul. (istimewa)

Sanana, malutpost.id – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Kepualaun Sula, Hendrata Thes-Umar Umabaihi sepertinya tidak mendukung penuh Pilkada damai yang digaungkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepsul beberapa waktu lalu. Buktinya, pasangan petahan ini, terbilang paling doyang menebar isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) dalam setiap kesempatan.

Seperti yang disampaikan pasangan calon wakil petahana, Umar Umabaihi dalam kampanye perdananya di Dewa Waiman, Kecamatan Sulabesi Tengh, Senin (28/9/2020).

Di hadapan warga, mantan Plt Sekda Kepsul itu bilang, pertarungan Pilkada kali ini hanya milik putra asli Sula. Dia juga menyindir, calon bupati nomor urut dua Fifian Adeningsi Mus mengaku sebagai warga Sula tapi tidak tahu bahasa Sula.

"Bilang Eta Sula kenapa tidak tahu bahasa daerah (Sula)?," kata Umar dengan nada tanya. 

Gelagat Umar tersebut disambut para pendukung dengan sebutan bahwa Fifian lahir di Pulau Taliabu.

Sebelumnya, pernyataan serupa juga diungkapkan, calon bupati Hendrata Thes yang mengatakan Fifian Adeningsih Mus (FAM) bukan warga Kepsul. "Kalau Nai (sebutan untuk laki-laki Sula) Sula lawan Eta Taliabu (sebuatan untuk perempuan Sula) gampang saja. Itu bukan Eta Sula, tapi Eta Taliabu," kata Hendrata di hadapan pendukungnyapada 3 September 2020 lalu. 

Ucapan kedua tokoh ini juga berlanjut terang-terangan dihadapan Fifian Adeningsi Mus saat pengambilan undian nomor Paslon di Kantor KPU Kepsul pada 24 September lalu. 

Umar dalam kesempatan itu dua kali mengelak jika adik kandung mantan Bupati Kepsul dua periode Ahmad Hidayat Mus (AHM) bukan asli Sula. Ini terjadi saat Fifian hendak bersalaman dengan Umar usai berpidato dihadapan penyelenggara dan simpatisan ketiga paslon. 

Usai bersalaman dengan Umar, Fifian secara lalu mengeluarkan kata bahwa dia merupakan perempuan keturunan Sula. "Eta Sua ini seng (Saya juga perempuan sula)," tegas Fifian.

Ucapan itu direspon Umar dengan maksud mengelak. "Seng (tidak)," kata Umar lantas tertawa.

Mendengar ucapan Umar, Fifian yang hendak melangkah duduk sempat terhenti dan mengatakan bahwa Taliabu juga bagian Sula. "Taliabu juga bagian dari Sula," tandas Ningsi. Kendati demikian, Umar tetap membantah jika Fifian bukan asli Sula."Seng (tidak)," tambah Umar. (cr-01)

 

-

Peliput : Gunawan Tidore

Editor : Ikram