Pasca Pilkada, Ratusan Petugas Kebersihan Kepsul 'Dipecat'

Ilustrasi petugas kebersihan. (istimewa)

Sanana, malutpost.id -- Sebanyak 500 petugas kebersihan di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara diberhentikan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kepsul.

"Mulai tanggal 1 Desember 2021 semua petugas kebersihan diantaranya, pekerja sapu jalan, pekerja sampah maupun dari tim orenge jumlahnya hampir 500 lebih diberhentikan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Nujul diruang kerjanya, Kamis (21/1/2021).

Nujul beralasan, pemberhentian 500 petugas kebersihan tersebut karena masa kontrak mereka telah berakhir pada 31 Desember.

"Masa kontraknya hanya selama 1 tahun," jelasnya.

Nujul bilang, dinas memiliki kewenangan untuk mengangkat dan memberhentikan siapa pun yang mereka mau. Tidak mengaku telah merekrut orang baru.

"1 Januari muncul nama baru entah nama mereka masih dipakai atau tidak, tapi kalau memang tidak ada itu dikarenakan nama mereka tidak muncul lagi di SK baru," kata Nujul.

Salah satu petugas sapu jalan, Nuryan Buamona (52 tahun) Warga Desa Wai Ipa, Kecamatan Sanana menjelaskan, dirinya telah bekerja membersihkan jalan selama 3 tahun. Dan selama itu, pihaknya tidak pernah bermasalah.

"Saya diberhentikan dari sapu jalan hanya secara lisan dan tanpa sepengetahuan dan alasan yang pasti.Tidak ada pemberitahun apa- apa mengenai masa kontrak tersebut. Setidaknya saya beserta pesapu jalan lain dipanggil ke kantor untuk diberitahukan kalau masa kontrak kami hanya sampai pada 31Desember," kata Nuryan saat ditemui dirumahnya.

Nasib serupa juga menimpa Rahma Panigfat yang diberhentikan secara lisan dan tanpa penjelasan. "Saya diberhenitikan secara lisan disaat saya sementara sapu jalan," ugkap Rahma. (mg-01)


-

Peliput : Hamdi Embisa

Editor   : Ikram