Pemda Kepsul Buka Seleksi Guru PPPK, Simak Syaratnya

Imran Umalekhoa. (Foto: Hamdi/malut)

Sanana, malutpost.id -- Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengumumkan rencana seleksi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk tahun 2021. Seleksi PPPK bagi para guru honorer ini diperkirakan ada 1 juta formasi. Kabupaten Kepulauan Sula merupakan salah satu daerah yang siap membuka rekrutmen bagi tenaga guru tersebut.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kepsul, Imran Umalekhoa menuturkan, Pemda Kepsul mengusulkan 200 formasi ke Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan-RB).

Menurutnya, salah satu syarat bagi peserta yang mengikuti seleksi PPPK yakni guru honor di atas usia 35-36 tahun.

"Kita sudah usul untuk PPPK sebanyak 200 lebih tinggal saja nanti penetapan dari BKN dan Menpan dan semua untuk guru-guru,"kata Imran di ruang kerjanya, Senin (1/2/2021).

Dia bilang, Dinas Pendidikan Kepsul telah memiliki data pegawai horoner  dengan usia sesuai syarat. "Tapi nama-nama tersebut juga akan ditentukan oleh Mendiknas,"katanya sembari mengaku seleksi masih tetap menggunakan computer assisted tes (CAT)," ujarnya.

Sementara itu, dikutip dari laman resmi Kemendikbud, seleksi PPPkK Ini juga termasuk guru eks tenaga honorer kategori 2 yang belum pernah lulus PNS atau PPPK sebelumnya. Menteri Pendidikan dan Keudayaan Nadiem Makarim menyampaikan perbedaan penting dan transformatif antara seleksi PPPK tahun 2021 dengan tahun sebelumnya.

Berikut adalah kebijakan seleksi untuk tahun 2021:

1. Semua guru honorer dan lulusan PPG bisa mendaftar dan mengikuti seleksi dan semua yang lulus seleksi akan menjadi guru PPPK hingga batas satu juta guru. Maka dari itu, agar pemerintah bisa mencapai target satu juta guru, pemerintah pusat mengundang pemerintah daerah untuk mengajukan formasi sebanyak mungkin sesuai dengan pemerintah.

2. Setiap pendaftar diberi kesempatan mengikuti ujian seleksi sampai tiga kali. Jika gagal pada kesempatan pertama, pendaftar dapat belajar dan mengulang ujian hingga dua kali di tahun yang sama atau di tahun berikutnya.

3. Kemendikbud akan menyediakan materi pembelajaran secara daring untuk membantu pendaftar mempersiapkan diri sebelum ujian seleksi.

4. Pemerintah pusat memastikan tersedianya anggaran bagi gaji semua peserta yang lulus seleksi guru PPPK.

5. Biaya penyelenggaraan ujian ditanggung oleh Kemendikbud.

“Saya harap ini dapat menjadi angin segar bagi guru-guru honorer yang sebelumnya belum mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kelayakannya. Untuk 2021 kita akan menjamin bahwa semua guru honorer akan bisa mengikuti tes seleksi ini dan akan diberikan beberapa kesempatan. Di sisi daerah, kami juga berharap bahwa setiap pemerintah daerah dapat mengajukan formasi sebanyak-banyak sesuai dengan kebutuhannya yang benar karena anggarannya jika lulus seleksi akan dijamin oleh pemerintah pusat,” pungkas Mendikbud. (mg-01)


-

Peliput : Hamdi Embisa

Editor   : Ikram