Tagih Utang Puluhan Juta, Warga Kepsul Datangi Dinas PUPR

Beberapa ibu-ibu mendatangi kantor Dinas PUPR Kepulauan Sula karena untuk menagih utang material oleh kontraktor proyek, Kamis (18/3/2021). (istimewa)

Sanana, malutpost.id – Puluhan warga Desa Sekom, Kecamatan Sulabesi Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula, mendatangi kantor Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kepsul, Kamis (18/3/2021).

Mereka meminta kontraktor proyek jembatan Air Fuata, Kecamatan Sulabesi Selatan membayar utang material pembangunan jembatan senilai Rp101 juta. Material itu berupah batu pica, pasir, upah mobil, tenaga angkut dan kayu.

"Kemarin mereke ketemu sama Ikram (kontraktor) dijanjikan hari Senin padahal sampai saat ini belum dipenuhi, makanya mereka datang. Jadi tadi saya sudah telepon pihak perusahan untuk pertemukan dengan Ikram selaku untuk segera diselesaikan ,"kata Plt Kadis PUPR Kepsul, Nursaleh Baenuru, Kamis (18/3/2021).

Pengawas proyek, Murid Sanaba mengaku, material yang digunakan untuk lantai jembatan seluruhnya belum terbayarkan. Dia bilang, upahnya sebagai pengawas selama 7 bulan juga belum dilunasi.

"Saya juga dijanjikan besok lusa hingga saat ini pun belum dibayar,"kata Murid.

Sementara kontraktor proyek, Ikram mengungkapkan, hutang material yang belum terbayarkan yakni berupa batu pica lebih dari Rp50 juta dan biaya makan minum dan kayu sebesar Rp20 juta.

"Iya, belum bayar, tapi anggarannya masih ada. Kalau sebentar perusahan kasih uang segera akan dibayar hari ini atau besok," tandasnya. (mg-01)


Peliput : Hamdi Embisa

Editor   : Ikram