Kasus Laptop Hilang Makin Kabur


Grafis

SANANA - Kasus hilangnya 40 unit laptop dan 8 infokus makin kabur. Kabid Pendidikan Dinas Pendidikan (Diknas) Kepulauan Sula (Kepsul) Aliyuddin Fatahuddin, mengaku belum bisa memastikan apakah bantuan laptop dan infokus atau atau tidak ada. Sebab dia tak pernah menerima dan melihat usulan pengadaan tersebut dan berkas serah terima barang. "Saya tidak pernah menerimanya. Baik itu draf usulan barang maupun bekas serah terima barang," akunya. Karena itu dia tak bertanggungjawab atas kasus ini. Namun dia mengaku pernah melihat fisik laptop dan infokus tersebut di gudang sekolah.

Di satu sisi, Aliyuddin juga tak tahu kenapa bantuannya tidak segera disalurkan setelah pengadaan. Staf Sarana dan Prasarana Diknas Kepsul Jufri Upara mengatakan, bantuan tersebut bukan fiktif. "Bantuan itu benar-benar ada. Dan berita acara serah terima barang juga ada. Pak Aliyuddin saja belum melihatnya, karena berkas ada di ruang lain," ungkapnya. Dia menuturkan barangnya dibawa ke Diknas 20 April 2020 lalu. "Memang tidak semua koli kami buka.

Tapi kami buka satu koli. Dan memang benar ada laptop dan kami dokumentasi sebagai lampirkan untuk dipertanggungjawabkan," tuturnya. Barang-barang tersebut diketahui hilang pada 4 Maret 2021 ketika hendak diserahkan ke sekolah. lanjutnya, 10 unit laptop dan 8 unit infokus yang merupakan pengadaan tahun 2019, gudangnya terpisah dengan 30 laptop lainnya.

Untuk bantuan 10 unit laptop, tahun lalu akan diserahkan namun kepsek SMP Negeri 1 Mangoli Utara di Falabisahaya selaku penerima bantuan, meminta jangan dulu diserahkan karena ruangan komputer sementara dibangun. “Kepsek bilang tunggu pembangunannya selesai baru diserahkan,” pungkas Jufri. (cr-01/onk).