Dua Penderita TBC Asal Kepulauan Sula Meninggal Dunia

Ilustrasi. (istimewa)

Sanana,malutpost.id -- Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Provinsi Maluku Utara mencatat penderita penyakit tuberkulosis (TBC), sepanjang Januari hingga Juni 2021 terus bertambah.

Pengelola TBC Dinkes Kepsul, Julkifli Kaimudin mengatakan, pada Aprir 2021 Dinkes mencatat ada 5 penderita baru. Seluruhnya TBC sensitif obat, sedangkan untuk TBC resisten obat tidak ada.

"TBC sensitif obat itu, pasien yang masih bisa minim obat TBC, atau yang disebut gejala ringan. Namun kalau TBC resistant itu, pasien yang sudah tidak bisa minum obat TBC atau kebal terhadap obat TB shingga pengobatannya dengan terapi pengobatan sendiri yaitu pengobatan TBC RO (resisten obat),"kata Julkifli kepada malutpost.id melalui pesan whatsapp, Selasa (1/6/2021).

Sedangkan pada 1 Juni 2021 ada penambahan 23 orang penderita baru. Di antaranya, 20 orang mengalami TBC sensitif obat, sementara 3 orang mengalami TBC resisten obat. Dinkes juga mencatat ada 2 penderita yang meninggal dunia. "Data sementara 2 orang dinyatakan meninggal akibat TBC,"ungkap Julkifli.

Ia menjelaskan, penyakit TBC dapat menyebar melalui udara serta orang yang daya tahan tubuhnya rendah. TBC juga dapat dikenali dengan sejumlah tanda. Di antaranya, batuk lebih dari dua minggu, berat badan turun 10 persen, sering berkeringat pada malam hari tanpa aktivitas dan badan terasa lemah. "Penyebabnya bisa karena infeksi bakteri, daya tahan tubuh rendah, dan faktor lingkungan,"jelasnya.

Meski begitu, TBC dapat disembuhkan asalkan penderita berobat dengan teratur selama enam bulan."Jika tidak minum obat, maka penyakit ini bisa berisiko pada kematian,"tandasnya. (mg-01)


_

Peliput : Hamdi Embisa

Editor   : Ikram Salim