Akdemisi Usul Regulasi Pemanfaatan Enau

Irfan Hi. Abd Rahman, dosen Teknik Lingkungan Universitas Pasifik (Unipas) Morotai.


DARUBA-Operasi miras jenis captikus yang gencar dilakukan pihak Polres kabupaten Pulau Morotai disikapi kalanmgan akademisi. Mereka menyarankan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama DPRD segera melahirkan regulasi Peraturan Daerah (Perda) tentang yang berkaitan dengan pemanfaatan pohon enau. Ini karena pohon enau merupakan sumber bahan olahan captikus. Irfan  Hi. Abd Rahman, dosen Teknik Lingkungan Universitas Pasifik (Unipas) Morotai, mengusulkan agar pemanfaatan pohon enau menjadi perhatian serius pihak eksekutif dan legislatif.

"Saya usul ke pemerintah agar menyiapkan regulasi terkait produksi dan pengendalian captikus. Tidak benar juga kalau dibatasi di kalangan masyarakat tertentu, sebab sebagian masyarakat menjadikan captikus sebagai tradisi dalam perayaan tertentu,”ungkapnya. Namun di sisi lain, harus ada pemanfaatan pohon enau yang positif dari sebagian masyarakat untuk memproduksi gula aren.

“Ada juga yang memanfaatkan pohon enau sebagai energi alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan,"sebutnya. Karena itu, di kesempatan ini, Irfan mengaku kecewa  dengan aksi dan tindakan pihak kepolisian yang telah membakar sebagian besar pohon enau dengan maksud agar produksi captikus, berkurang. “Kalau ada regulasi, masyarakat pasti patuh selama menguntungkan dari sisi ekonomi. Tuhan ciptakan pohon enau untuk dimanfaatkan, bukan diberantas,”kesalnya, menutup.(tr-04/aji)