DLH Tutup Aktivitas PT. Anugerah Sejati

SEGEL:Satpol PP dan DLH saat melakukan penyegelan lahan operasi PT. Anugerah Sejati di desa Muhajirin kecamatan Morotai Selatan (Morsel), Rabu (18/12).


DARUBA-Aktivitas penambangan PT. Anugrah Sejati di desa Muhajirin kecamatan Morotai Selatan (Morsel), dihentikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai. Penutupan aktivitas PT. Anugerah Sejati ini dilakukan langsung oleh puluhan personil Satpol PP, Rabu (18/12). Penutupan paksa aktivitas PT. Anugerah Sejati, bukan tanpa alasan. Diketahui, perusahaan swasta yang beroperasi di Pulau Morotai sejak 2016 ini ilegal.

Pasalnya, pihak perusahaan ini tidak memiliki dokumen izin Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) yang seharusnya diterbitkan Dinas lingkungan Hidup (DLH). Penutupan paksa aktivitas PT. Anugerah Sejati pada Rabu kemarin juga melibatkan DLH. Penutupan ditandai penyegelan di kawasan tersebut. Saat ditutup, ada beberapa devisi yang terlihat sedang beraktivitas. Mulai dari penanggung jawab Tirsa Regel, ST serta operator Wem Tosafin yang bergerak di usaha AMP asphalt mixing plant dengan 7 karyawan.

Di kesempatan ini, kepala DLH, Anwar Marasabessy mengaku, lokasi tersebut tidak diperuntukkan untuk kegiatan industri maupun tambang sebab masuk dalam kawasan pemerintahan. “Tidak sesuai peruntukan. Jadi izin lingkungan itu harus sesuai dengan lahan dan tata ruang,”cetus Anwar. Penutupan yang dilakukan, kata dia berdasarkan undang-undang nomor 32 tahun 2017 pasal 76 (1).

Karena itu, DLH dengan tegas menutup dan menghentikan aktivitas PT. Anugerah Sejati berdasarkan surat dengan nomor 660/41/DLH/2018 tentang penghentian kegiatan aktivitas. “Kita sudah layangkan surat dua kali tapi tidak diindakan, makanya langsung kita segel,”tegasnya. Lanjut Anwar, wilayah operasi PT. Anugerah Sejati masuk dalam kawasan perkantoran Pemkab Morotai.

“Maka dari itu, izinnya juga pasti bertentangan sebab masuk dalam kawasan perkantoran,"ungkapnya. Di tempat yang sama, Kasatpol PP, Junaidi Soamole mengaku kalau pihaknya akan terus memantau aktivitas di kawasan tersebut, pasca upaya penghentian dan penutupan kemarin. “Sejumlah personil akan dikerahkan untuk melakukan pemantauan langsung di lokasi. Saya juga  sudah konfirmasi ke provinsi dan melapor ke bupati,”tandasnya.(tr-04/aji)