Pemkab Morotai Abaikan Penyandang Cacat

CACAT:Kondisi Sri Rahayu, penyandang cacat yang diabaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai.

DARUBA-Sri Rahayu, salah satu penyandang cacat yang tinggal di jalan SP3 Poporoco desa Morodadi RT 006/RW 002 kecamatan Morotai, sejak tahun 2018 tidak mendapatkan bantuan kursi roda. Ini diakui langsung oleh Samin, sang ayah. "Dari tahun 2018 anak kami tidak dapat bantuan dari Pemerintah sebagai penyandang cacat disabilitas dan gizi buruk,”akunya. Karena itu, Smain berharap, hal ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morotai. “Setidaknya ada bantuan kursi roda dan bantuan lain untuk membantu gizi anak kami sehingga bisa bersekolah,”harapnya.

Diakui Samin, sejak pindah dari Karawang, provinsi Jawa Barat 14 Agustus 2018, anaknya sama sekali tidak mendapatkan bantuan Pemkab melalui Dinas Sosial (Dinsos). Untuk mematikan informasi ini, Ansar Tibu selaku Kepala Dinas Sosial, Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) ketika dikonfirmasi secara terpisah, ikut membenarkan pengakuan Smain, ayah Sri Rahayu. Diakui Ansar kalau Sri Rayahu belum terdaftar sebagai penyandang cacat.

"Kita baru tahu tahun ini sehingga nanti didaftarkan pada tahun depan. Nanti 2020, santunan untuk yatim-piatu mendapatkan bantuan setiap bulan atau per tiga 3 bulan sekali tetapi kalau bantuan khusus itu tidak ada,”akunya. Pihaknya juga belum mendata warga dengan nasib yang sama seperti Sri Rahayu. "Kemungkinan masih ada yang belum kita temukan sebab kita juga belum terima informasi. Kalau pengobatan langsung saja ke rumah sakit dan kalau ada BPJS, pasti gratis sebab bantuan khusus seperti kursi roda belum ada di Dinsos,"tandasnya.(tr-04/aji)